VIVA –Coba hitung, dalam satu jam terakhir sudah berapa kali kamu menguap?
Rasa kantuk di bulan Ramadan memang sering dialami banyak orang. Penyebabnya tak lain karena perubahan pola tidur selama berpuasa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Seperti yang kita tahu, selama Ramadan umat Muslim harus bangun lebih awal untuk sahur, lalu kembali beraktivitas seperti biasa. Perubahan jam tidur inilah yang akhirnya membuat rasa kantuk muncul lebih sering, bahkan terasa berlebihan di siang hari.
Terkadang rasa kantuk ini bisa berujung mala petaka. Sebut saja insiden kecelakaan antara dua bus Transjakarta di koridor 13 baru-baru ini. Disebut salah satu pengemudi dalam kondisi mengantuk.
Lantas apa yang bisa dilakukan? Melansir laman Gulfnews, Rabu 25 Februari 2026, Dr. Vaishal Shah dari Cleveland Clinic Sleep Disorders Centre menyebut kualitas tidur tetap bisa diupayakan selama bulan suci. Meski sulit memenuhi kebutuhan tidur orang dewasa yang idealnya tujuh hingga sembilan jam per hari, kualitas tidur tetap bisa ditingkatkan dengan langkah-langkah sederhana.
Menurut Shah, ada tiga faktor utama yang menentukan kualitas tidur yait jadwal tidur, durasi tidur tanpa gangguan, dan kebersihan tidur (sleep hygiene).
“Selama Ramadan, sebagian orang mengubah kebiasaan mereka secara drastis, tergantung gaya hidup dan tanggung jawab seperti pekerjaan atau keluarga. Tidak bisa dikatakan satu pola lebih baik dari yang lain. Namun, apa pun pola yang dipilih, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan agar tetap cukup tidur dan lebih mudah kembali ke jadwal normal setelah Ramadan,” jelasnya.
Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan
Atur Jadwal Tidur
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten adalah langkah penting untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Ini membantu mengatur ritme sirkadian dan membuat tidur lebih baik.
Jam tidur yang dibutuhkan juga bisa dibagi menjadi beberapa sesi. Jika memilih cara ini, Dr Shah menyarankan agar tetap memiliki satu sesi tidur utama yang konsisten selama minimal lima hingga enam jam tanpa terputus. Sesi lainnya bisa digunakan untuk melengkapi total kebutuhan tidur.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu pakar functional medicine di Wellth Integrative Medicine Centre, Dr Brian England menambahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur dan memiliki kualitas tidur buruk mendapat manfaat dari tidur siang minimal 45 menit di pertengahan siang. Mereka memiliki performa kognitif dan fisik yang lebih baik dibandingkan yang tidak tidur siang atau tidur siang dengan durasi lebih singkat.

2 weeks ago
4












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)