VIVA – Gelandang senior Timnas Brasil, Casemiro, menyoroti kekuatan mental timnya setelah berhasil bangkit dan mengalahkan Jepang 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Senin 29 Juni waktu setempat..
Menurutnya, kesabaran menjadi kunci utama tim asuhan Carlo Ancelotti membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Casemiro menjalani pertandingan yang kontras. Pada babak pertama, penampilannya mendapat sorotan setelah menerima kartu kuning pada menit ke-14 akibat melanggar Junya Ito dari belakang.
Vinicius Junior di Timnas Brasil
Photo :
- IMAGN IMAGES via Reuters/Sam Navarro
Pemain berusia 34 tahun itu juga dianggap gagal menghentikan aksi Kaishu Sano yang mencetak gol pembuka Jepang pada menit ke-29. Gol tersebut membuat Brasil tertinggal 0-1 hingga turun minum.
Namun, Casemiro tampil jauh lebih baik selepas jeda. Sembilan menit babak kedua berjalan, gelandang Manchester United itu sukses menyamakan kedudukan melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Gabriel Magalhães.
Momentum tersebut menjadi titik balik kebangkitan Brasil. Setelah Casemiro ditarik keluar, Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan yang memastikan Selecao menang 2-1 sekaligus melaju ke babak berikutnya.
Berkat kontribusinya, Casemiro dinobatkan sebagai Man of the Match. Ia mencatatkan dua tembakan, akurasi umpan mencapai 89 persen, serta delapan aksi bertahan sepanjang pertandingan.
Dalam sesi wawancara usai laga, Casemiro menilai keberhasilan Brasil tidak lepas dari kemampuan tim menjaga ketenangan saat menghadapi pertahanan rapat Jepang yang bermain dengan blok rendah.
"Ini adalah permainan mental. Jepang mencetak gol dan kemudian bertahan dengan blok pertahanan yang sangat rendah. Kami perlu bersabar untuk mengalirkan bola, untuk membuka ruang di lini belakang mereka. Tim pantas mendapat pujian atas aspek mental ini, atas ketenangan ini. Kami tahu kesempatan itu akan datang," ucapnya dilansir dari Bahianoticias.
Casemiro juga menolak mengambil seluruh pujian atas gol penyeimbang yang dicetaknya. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama tim, terutama umpan matang dari Gabriel Magalhães.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kredit bukan hanya untukku. Gabi memberikan umpan sempurna untuk sundulanku. Saat kau mencetak gol, semua orang ikut mencetak gol; saat kau kebobolan, semua orang juga ikut kebobolan."
Lebih lanjut, Casemiro menjelaskan bahwa ketenangan yang ia maksud bukan berarti bermain tanpa emosi, melainkan tetap mampu menguasai bola dan sabar membangun serangan hingga menemukan celah di pertahanan lawan.
Halaman Selanjutnya
"Tentu saja, suasana di lapangan sangat bergejolak. Tetapi kesabaran dalam sepak bola adalah tentang menggerakkan bola dari satu sisi ke sisi lain, membuat lini pertahanan mereka bergerak. Kami berhasil menciptakan peluang dan terus menekan sepanjang waktu."

2 weeks ago
14











