Changan Bilang BEV Belum Cukup, Makanya Bawa Teknologi Ini

2 weeks ago 3

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:30 WIB

Jakarta, VIVA – Mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) semakin banyak hadir di Indonesia. Namun, Changan memilih menawarkan pendekatan berbeda dengan menghadirkan Range Extended Electric Vehicle (REEV) melalui Deepal S05 yang akan segera dipasarkan di Tanah Air.

Teknologi REEV dipilih bukan tanpa alasan. Changan menilai masih banyak konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara mobil listrik, tetapi tetap mempertimbangkan kemudahan saat melakukan perjalanan jauh maupun keterbatasan infrastruktur pengisian daya di sejumlah daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Head of Marketing Changan Indonesia, Rizal Mulyadi, mengatakan Deepal S05 akan tersedia dalam dua pilihan teknologi, yakni BEV dan REV. Dengan begitu, calon konsumen dapat memilih kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka.

"Bagi konsumen yang sudah siap menggunakan mobil listrik sepenuhnya, kami menyediakan varian BEV. Namun bagi yang masih mempertimbangkan efektivitas perjalanan jauh, efisiensi, maupun infrastruktur pengisian daya, kami menawarkan varian REEV," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Kamis 2 Juli 2026.

Berbeda dengan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), pada sistem REEV roda kendaraan sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik. Sementara itu, mesin bensin tidak berfungsi sebagai penggerak roda, melainkan hanya sebagai generator untuk menghasilkan listrik yang kemudian disalurkan ke baterai atau langsung memasok tenaga ke motor listrik.

Menurut Changan Indonesia, konsep tersebut membuat pengemudi tetap merasakan karakter berkendara layaknya mobil listrik. Ketika daya baterai mulai menurun atau kendaraan membutuhkan tenaga tambahan, mesin bensin akan menyala secara otomatis untuk menghasilkan listrik sehingga perjalanan dapat terus berlanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan juga menilai teknologi REV lebih sesuai dengan kondisi penggunaan kendaraan di Indonesia. Kehadiran mesin bensin sebagai pembangkit listrik dinilai dapat mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap keterbatasan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), terutama saat bepergian ke luar kota.

Selain itu, sistem REEV memiliki konstruksi yang lebih sederhana dibandingkan PHEV karena mesin tidak terhubung langsung ke roda. Dengan desain tersebut, Changan menilai biaya produksi dapat lebih efisien sekaligus tetap menghadirkan pengalaman berkendara yang menyerupai mobil listrik murni.

Halaman Selanjutnya

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, juga optimistis teknologi REEV dapat diterima pasar Indonesia. Menurutnya, efisiensi menjadi salah satu nilai jual utama yang diharapkan mampu menarik perhatian konsumen.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |