COO Danantara Sebut Kinerja BUMN Jadi Fondasi Penguatan Ekonomi, Perbankan Diminta Perbanyak Pembiayaan Produktif

1 week ago 18

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:36 WIB

Jakarta, VIVA – Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, menegaskan kinerja positif badan usaha milik negara (BUMN), khususnya sektor perbankan, menjadi fondasi penting dalam memperkuat perekonomian nasional.

Menurut Dony, perbankan BUMN memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran pembiayaan yang tepat sasaran. Karena itu, dukungan pendanaan perlu terus diarahkan ke sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Dony Oskaria dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

Pembiayaan Harus Menyasar Sektor Produktif

Dony menjelaskan, pembiayaan yang disalurkan perbankan BUMN perlu difokuskan pada sektor-sektor yang memberikan dampak nyata terhadap perekonomian.

Ia menyebut sektor manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus terus diperkuat agar mampu menciptakan efek berganda yang lebih luas.

Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan kerja serta meningkatkan daya saing Indonesia.

Selain memperluas pembiayaan produktif, Dony mengingatkan bahwa transformasi BUMN harus tetap didukung dengan tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko yang kuat.

Ia menilai kedua aspek tersebut menjadi prasyarat utama agar proses transformasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Rosan: Kekuatan BUMN Tak Hanya Diukur dari Laba

Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan kekuatan BUMN tidak semata-mata dilihat dari besarnya aset maupun keuntungan yang diperoleh.

Menurut Rosan, kontribusi terhadap pembangunan nasional menjadi ukuran penting dalam menilai keberhasilan perusahaan pelat merah.

Ia juga menyoroti besarnya kapitalisasi pasar bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bank Himbara itu kurang lebih nilainya sekitar Rp1.100 triliun, yang mencerminkan 10 persen dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia," ujar Rosan.

Rosan menambahkan, keberadaan perbankan BUMN tidak hanya berorientasi pada pencapaian laba. Menurutnya, manfaat bank-bank pelat merah juga harus dirasakan oleh masyarakat melalui akses pembiayaan yang merata, mulai dari pelaku UMKM, sektor komersial, hingga korporasi.

Halaman Selanjutnya

Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |