Jakarta, VIVA – Lanskap ancaman siber terus berkembang dengan pola serangan yang semakin kompleks dan sulit dikenali. Jika dulu serangan digital identik dengan virus sederhana, kini metode seperti malware canggih, brute force, hingga eksploitasi celah sistem menjadi tantangan serius bagi banyak organisasi.
Banyak perusahaan merasa sistem yang dimiliki sudah cukup aman, namun kenyataannya ancaman sering kali tidak terdeteksi hingga menimbulkan gangguan operasional. Kondisi ini membuat risiko tidak hanya berhenti pada kebocoran data, tetapi juga berdampak pada kepercayaan pelanggan dan kelangsungan bisnis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jenis serangan seperti brute force kini tidak lagi dilakukan secara sederhana, karena pelaku memanfaatkan otomatisasi untuk mencoba ribuan kombinasi login dalam waktu singkat. Tanpa sistem pemantauan yang memadai, aktivitas semacam ini bisa berlangsung tanpa terdeteksi.
Selain itu, malware modern juga berkembang dengan teknik yang lebih tersembunyi dan sulit dikenali. Dalam banyak kasus, aktivitas berbahaya baru terungkap setelah sistem mengalami gangguan atau data sudah terlanjur bocor.
Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan visibilitas yang dimiliki banyak organisasi terhadap sistem mereka sendiri. Aktivitas seperti port scanning, privilege escalation, hingga akses data tidak wajar kerap luput dari perhatian tanpa pemantauan berkelanjutan.
Perusahaan keamanan siber Defend IT360 melihat tren ini sebagai indikasi bahwa ancaman kini bergerak lebih cepat dibanding kesiapan banyak organisasi. Dalam dua tahun operasionalnya, perusahaan tersebut telah menganalisis ribuan target serta memantau miliaran aktivitas sistem.
![]()
CEO Defend IT360, Sudino Oei, mengatakan bahwa banyak perusahaan mulai menyadari pentingnya pendekatan keamanan yang lebih menyeluruh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Seiring meningkatnya kompleksitas ancaman, kami melihat bahwa banyak organisasi mulai menyadari pentingnya investasi pada sistem keamanan yang lebih komprehensif. Tidak hanya untuk proteksi, tetapi juga untuk memastikan keberlangsungan bisnis,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi Jumat 10 April 2026.
Ia menambahkan bahwa ancaman siber saat ini tidak selalu muncul dalam bentuk serangan besar, melainkan sering kali dimulai dari aktivitas kecil yang terabaikan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi insiden yang lebih serius.
Halaman Selanjutnya
Untuk menjawab tantangan tersebut, Defend IT360 menghadirkan layanan monitoring berbasis Security Operation Center (SOC) yang memungkinkan pemantauan sistem secara real-time. Dengan dukungan teknologi seperti SIEM, berbagai potensi ancaman dapat dideteksi lebih dini sebelum berdampak luas.

2 weeks ago
6



























