Dave Laksono: Strategi Hilirisasi Terintegrasi Bikin RI jadi Pusat Rantai Pasok Energi Hijau Dunia

1 week ago 4

Senin, 2 Maret 2026 - 15:25 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, Dave Laksono menilai dunia sedang berada di persimpangan jalan menuju dekarbonisasi global. 
Di tengah perlombaan negara-negara maju untuk mengamankan sumber daya energi masa depan. 

Ia menambahkan, visi masa depan energi dunia kini tidak lagi berpusat di negara-negara Barat atau Asia Timur semata, melainkan telah bergeser ke Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Indonesia muncul bukan lagi 
sebagai penonton, melainkan sebagai pusat gravitasi baru. Di bawah kepemimpinan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Indonesia sedang melakukan lompatan kuantum melalui upaya transformasi dari sekadar pemilik cadangan nikel terbesar di dunia menuju ‘Raja’ baterai kendaraan listrik yang disegani secara global," kata Dave dalam keterangan tertulisnya, Senin, 2 Maret 2026.

Ia menilai, visi besar Bahlil tentang hilirisasi terintegrasi bukan sekadar jargon politik, melainkan strategi ganda yang sangat presisi. 

"Beliau memahami bahwa transisi energi adalah instrumen untuk mencapai dua tujuan besar sekaligus, yakni menjaga kelestarian bumi melalui komitmen Net Zero Emission dan memperkuat fondasi ekonomi nasional menuju target pertumbuhan 8 persen," ujarnya.

Hilirisasi, kata Dave adalah jembatan Menuju Kedaulatan Hijau selama ini, narasi kekayaan alam Indonesia selalu berkutat pada ekspor bahan mentah. 
Namun, melalui keberanian diplomasi energi yang dilakukan Bahlil, aturan main tersebut diubah total. 

"Keberhasilan mempertahankan kebijakan larangan ekspor nikel kini diperluas secara sistematis menjadi pembangunan ekosistem industri hijau yang terintegrasi dari hulu hingga hilir," ungkapnya.

Ia berpendapat, dengan meyakinkan konsorsium internasional untuk membangun pabrik pemurnian (smelter) hingga manufaktur sel baterai di dalam negeri, Bahlil telah mengunci posisi Indonesia dalam rantai pasok global. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka itu, lanjut dia, kemandirian energi dan transisi yang berkeadilan salah satu pilar terkuat dalam kepemimpinan Bahlil adalah komitmennya pada kemandirian energi yang dibalut dalam semangat transisi hijau. 

"Proses menuju energi bersih tidak boleh mengorbankan ketahanan energi nasional atau membebani ekonomi rakyat. Fokus Bahlil pada optimalisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) dan integrasi teknologi hijau ke dalam proyek strategis nasional adalah bukti nyata bahwa Indonesia serius menjadi pemimpin pasar," tegasnya.

Halaman Selanjutnya

Melalui diplomasi energi yang taktis, Bahlil memastikan bahwa setiap dolar investasi hijau yang masuk harus mampu menciptakan lapangan kerja berteknologi tinggi bagi generasi muda Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |