Dedi Mulyadi Tanggapi Tantangan Wagub Kalbar soal “Cium Lutut”

2 weeks ago 10

Minggu, 12 April 2026 - 11:08 WIB

VIVA – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi merespons pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan yang menantangnya membereskan persoalan di Kalbar dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp6 triliun.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar) Krisantus Kurniawan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lutunya,” ujar Krisantus dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Pendopo Bupati Sintang, Kamis, 9 April 2026. 

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas tantangan tersebut, sekaligus menegaskan tidak pernah berniat membandingkan pembangunan di Jawa Barat dengan daerah lain.

Menurut KDM-sapaan akrabnya, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, terutama dari sisi luas wilayah dan kemampuan fiskal. Ia mengakui bahwa daerah seperti Kalimantan Barat memiliki beban pembangunan yang lebih kompleks karena cakupan wilayah yang luas dengan keterbatasan anggaran.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Photo :

  • ANTARA/Ricky Prayoga

“Saya memahami betapa beratnya daerah dengan wilayah seluas Kalimantan Barat dan keterbatasan fiskal yang dimiliki,” ujar Dedi Mulyadi melalui Instagram pribadinya, dikutip VIVA.co.id Minggu, 12 April 2026.

Dedi juga mengajak semua pihak untuk tidak memperdebatkan perbandingan antardaerah, melainkan fokus pada upaya bersama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap kemampuan fiskal daerah ke depan dapat meningkat, termasuk melalui mekanisme bagi hasil yang lebih merata.

“Saya mohon maaf apabila apa yang dilakukan di Jawa Barat menyinggung daerah lain. Semoga kita bisa bersama-sama untuk terus melayani masyarakat dengan baik,” kata KDM.

Sebelumnya, pernyataan Krisantus Kurniawan dipicu oleh video viral di TikTok yang membandingkan kondisi infrastruktur di Kalimantan Barat dengan Jawa Barat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami dari Bedayan, ingin menyampaikan jalan kami yang rusak, karena gubernur kami itu kerjanya molor, tidur, cuma mikirin kaya sendiri, gak mikirin masyarakat yang banyak. Percuma jadi gubernur, mendingan Kang Dedi yang jadi gubernur dua bulan,” ucap bocah dalam video TikTok @elisabetmurniw. 

Krisantus kemudian menegaskan bahwa perbandingan tersebut tidak mempertimbangkan perbedaan mendasar antara kedua provinsi. Ia menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki luas wilayah sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan APBD sekitar Rp31 triliun, sementara Kalimantan Barat memiliki wilayah jauh lebih luas, sekitar 171 ribu kilometer persegi, dengan anggaran hanya Rp6 triliun.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, luas wilayah sangat berpengaruh terhadap biaya pembangunan, termasuk pembangunan jalan dan jaringan listrik. Ia juga menyinggung keterbatasan anggaran daerah yang semakin terasa akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |