Jakarta, VIVA – Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan, sinergi dengan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tidak mengurangi independensi BI dalam menjalankan kewenangannya.
“Sinergi itu jangan salah, ya. Sinergi itu tidak berarti kita kehilangan independensi, tidak. Karena kita bergerak bersama-sama menuju arah yang sama, tentu sesuai dengan kewenangan masing-masing,” kata Destry dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Jakarta, Rabu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Secara umum, Destry menjelaskan bahwa BI pada dasarnya mendukung pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) juga telah mengamanatkan BI untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif untuk mendorong pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.
“Jadi tugas kami adalah bagaimana kita berusaha untuk menjaga iklim ekonominya kondusif, artinya stabilitas terjaga, kemudian pertumbuhan supply-demand-nya kuat dan sebagainya, ketersediaan pembiayaan juga ada. Nah ini yang menjadi PR dari kita,” jelas dia.
Destry menjelaskan, sinergi tersebut diperlukan karena kondisi ekonomi saat ini menghadapi tantangan yang tidak biasa. Menurutnya, kebijakan tidak dapat hanya mengandalkan satu instrumen untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Ia mencontohkan kondisi di negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat yang menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi, tetapi pada saat yang sama masih menghadapi tekanan inflasi akibat kenaikan harga komoditas dan gangguan rantai pasok.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat bank sentral perlu menyeimbangkan kebijakan karena kenaikan inflasi tidak dapat direspons hanya dengan menaikkan suku bunga ketika pertumbuhan ekonomi juga melambat.
“Ini situasi yang kalau mereka hanya bicara inflasi naik mereka langsung bisa, oke naikkan suku bunga. Tapi ini tidak, mereka menghadapi perlambatan ekonomi juga, ini yang menyebabkan mereka harus mem-balancing,” kata Destry.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam konteks Indonesia, ia mengatakan bahwa BI melakukan penyeimbangan tersebut melalui bauran kebijakan yang mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, serta kebijakan pendukung.
Salah satu kebijakan pendukung tersebut adalah pendalaman pasar uang dan valas. Menurutnya, pendalaman pasar tersebut penting untuk memperkuat stabilitas rupiah sekaligus menyediakan sumber pembiayaan bagi perekonomian.
Halaman Selanjutnya
“Karena Indonesia ini sedang bertumbuh, apalagi dengan target pemerintah 8 persen, pasti akan butuh financing yang besar,” ujar Destry.

47 minutes ago
2
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

