Di Balik Lezatnya Nasi Goreng, Waspadai Bahan yang Dianggap Jadi Pemicu Penyakit

3 weeks ago 8

Senin, 20 Juli 2026 - 23:41 WIB

VIVA – Sebagai salah satu makanan khas Indonesia yang populer, nasi goreng kerap jadi hidangan favorit berkat rasanya yang lezat. 

Padahal, olahan nasi berbumbu ini menyimpan risiko kesehatan yang tak bisa diabaikan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini dr Zaidul Akbar menjelaskan bahayanya kerap mengonsumsi Nasi Goreng bagi tubuh.

Bahan utamanya menggunakan nasi putih yang tinggi akan kandungan gula sederhana, sehingga berpotensi memicu timbulnya penyakit.

"Nasi isinya apa? Gula. Gulanya jenis gula sederhana," ungkap dr Zaidul Akbar pada tayangan YouTube Assabil Channel.

Gula kompleks kaya akan serat, enzim, serta vitamin yang sebenarnya banyak terdapat pada bagian kulit ari beras.

"Karena gula kompleks, seratnya, enzimnya, vitaminnya, sudah hilang dengan pengolahan beras. Itu ada pada kulit ari-nya beras," ujarnya.

Ilustrasi Nasi Goreng

Photo :

  • ilustrasi AI Gemini

dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa gula yang tidak terpakai oleh tubuh nantinya akan diubah menjadi glikogen.

Selanjutnya, jika glikogen tersebut tetap tidak digunakan, tubuh akan mengubahnya menjadi tumpukan lemak.

Oleh karena itu, kebiasaan mengonsumsi nasi putih secara berlebihan berpotensi besar memicu penumpukan lemak di dalam tubuh. 

"Banyak kelebihan gula, tandanya adanya lipatan di pinggang," ujar dr Zaidul Akbar.

"Itu lemak isinya," imbuhnya.

Selain berbahan dasar nasi yang sudah tinggi gula, proses memasak nasi goreng juga melibatkan penggunaan minyak.

Tak hanya itu, sajian nasi goreng biasanya makin lengkap dengan santapan pendamping seperti bakwan, kerupuk, hingga segelas es teh manis.

Padahal, kombinasi makanan dan minuman pelengkap tersebut sarat akan gula, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara terus-menerus.

"Yang kedua, nasi goreng dimasak pakai minyak. Minyak lemak. Terus makannya pakai bakwan, bakwan isinya gula nggak? (Gula) Nggak dipakai jadinya lemak," kata dr Zaidul Akbar.

"Ada temannya namanya kerupuk. Kerupuknya digoreng, jadi lemak. Ada temennya lagi, teh manis, isinya gula," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

dr. Zaidul Akbar bahkan secara tegas menyebut gula sebagai akar dari berbagai jenis penyakit.

Atas alasan itulah, dokter sekaligus pendakwah tersebut sangat menyarankan agar kita mulai membatasi asupan gula pasir sehari-hari.

Halaman Selanjutnya

"Bukan lemak yang membuat Anda berlemak, tapi gula. Dan dia biang kerok banyak penyakit," terang dr Zaidul Akbar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |