Didenda Rp240 Juta dan Tanpa Penonton, Persipura Minta PSSI Tak Hanya Menghukum

3 weeks ago 7

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:35 WIB

VIVA – Persipura Jayapura akhirnya buka bicara usai menerima hukuman berat dari Komite Disiplin PSSI buntut kerusuhan pada laga play-off promosi Championship 2025/2026 kontra Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura.

Klub berjuluk Mutiara Hitam itu dijatuhi sanksi larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh pada kompetisi 2026/2027. Tak hanya itu, Persipura juga dikenai total denda mencapai Rp240 juta akibat berbagai pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kericuhan pecah usai Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC pada 8 Mei 2026. Kekalahan itu sekaligus menggagalkan langkah Persipura promosi ke kasta tertinggi. Situasi memanas setelah sejumlah oknum suporter masuk ke lapangan, merusak fasilitas stadion, hingga membakar kendaraan di sekitar Stadion Lukas Enembe.

Menanggapi sanksi tersebut, manajemen Persipura menegaskan bahwa disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi tetap menjadi bagian penting dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih profesional.

“Disiplin, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi FIFA dan PSSI merupakan bagian penting dalam membangun sepakbola Indonesia yang lebih baik dan profesional,” tulis manajemen Persipura dalam pernyataan resminya, Rabu (20/5/2026).

Namun di sisi lain, Persipura menilai hukuman tanpa penonton selama semusim bukan solusi ideal untuk membangun kultur sepak bola nasional yang sehat.

“Sepakbola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Klub asal Papua itu juga menyoroti pentingnya pendekatan edukasi dan pembinaan terhadap suporter agar budaya mendukung tim bisa berkembang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

“Budaya disiplin dalam sepakbola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, melainkan juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama,” tulis Persipura.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Persipura percaya para suporternya memiliki kecintaan besar terhadap klub. Karena itu, mereka optimistis atmosfer pertandingan yang aman dan tertib tetap bisa tercipta lewat koordinasi yang lebih baik.

“Dengan arahan yang tepat, koordinasi yang lebih baik, serta rasa tanggung jawab bersama, kami percaya kita dapat menciptakan atmosfer sepakbola yang lebih sehat, aman, tertib, dan disiplin,” demikian isi pernyataan resmi klub.

Halaman Selanjutnya

Lebih lanjut, Persipura berharap PSSI tidak hanya hadir sebagai pemberi sanksi, tetapi juga ikut aktif dalam pembinaan komunitas suporter melalui program edukasi berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |