Diet Gagal Berulang Kali? Mungkin Bukan Kurang Disiplin, Ini Faktor yang Perlu Diperhatikan

1 hour ago 1

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WIB

VIVA – Berkali-kali mencoba diet tetapi berat badan kembali naik memang bisa membuat seseorang merasa frustrasi. Tidak sedikit orang akhirnya menganggap kegagalan tersebut terjadi karena kurang disiplin atau tidak mampu menahan godaan makanan.

Badan kesehatan Amerika Serikat, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), menjelaskan bahwa berat badan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kebiasaan makan, aktivitas fisik, tidur, obat-obatan, kondisi kesehatan, lingkungan, hingga faktor genetik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan setelah berat badan berhasil turun, tubuh dapat mengalami perubahan fisiologis yang membuat mempertahankan hasil diet menjadi lebih sulit.

Lantas, apa saja faktor yang perlu diperhatikan ketika diet berkali-kali tidak bertahan? Berikut VIVA telah merangkumnya Rabu, 26 Agustus 2026.

1. Kurang Tidur Bisa Mengganggu Upaya Diet

Tidur sering kali menjadi bagian yang terlupakan ketika seseorang berusaha menurunkan berat badan.

Padahal, NIDDK menyebut kurang tidur berkaitan dengan peningkatan berat badan. Kurang tidur juga dapat membuat seseorang lebih lapar, mengonsumsi lebih banyak kalori, dan lebih mungkin memilih makanan atau minuman yang kurang sehat. 

Untuk orang dewasa usia 18–64 tahun, NIDDK menyebut rekomendasi tidur umumnya 7–9 jam per malam. 

Karena itu, memperbaiki kualitas dan durasi tidur bisa menjadi bagian penting dari perubahan gaya hidup.

2. Aktivitas Fisik Tidak Harus Berarti Olahraga Berat

Kesalahan lain adalah menganggap diet hanya berkaitan dengan makanan. Padahal, aktivitas fisik juga berperan dalam pengelolaan berat badan. 

NIDDK menjelaskan bahwa aktivitas fisik dapat membantu mempertahankan berat badan yang sudah berhasil diturunkan dan memberikan manfaat kesehatan yang tetap penting meskipun dampaknya terhadap penurunan berat badan setiap orang berbeda. 

Aktivitas tersebut tidak harus selalu berupa olahraga intensitas tinggi. Berjalan kaki, bersepeda, melakukan pekerjaan rumah, atau aktivitas lain yang membuat tubuh lebih banyak bergerak dapat menjadi bagian dari rutinitas.

3. Stres Bisa Ikut Mempengaruhi Berat Badan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Stres berkepanjangan juga tidak sebaiknya dianggap sebagai masalah terpisah dari program diet.

NIDDK memasukkan stres jangka panjang sebagai salah satu kondisi yang dapat berhubungan dengan kenaikan berat badan. 

Halaman Selanjutnya

Ketika sedang stres, pola makan seseorang juga dapat berubah. Ada yang kehilangan nafsu makan, tetapi ada pula yang lebih sering mencari makanan sebagai respons terhadap tekanan emosional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |