Dikritik Habis-habisan, Benarkah Wajah Pelatih Timnas Korea Selatan Hong Myung-bo Diblur di Siaran TV Nasional Korsel?

2 weeks ago 4

Senin, 29 Juni 2026 - 15:00 WIB

VIVA – Kegagalan Timnas Korea Selatan melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kemarahan di dalam negeri. Pelatih Hong Myung-bo menjadi sosok yang paling disorot setelah Taeguk Warriors gagal memenuhi ekspektasi di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Di tengah derasnya kritik tersebut, media sosial diramaikan oleh sebuah video yang diklaim memperlihatkan stasiun Televisi Nasional Korea Selatan, KBS, memburamkan atau melakukan blur terhadap wajah Hong Myung-bo saat konferensi pers usai pertandingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Video itu pun cepat menyebar dan memunculkan anggapan bahwa media di Korea Selatan sengaja mempermalukan sang pelatih sebagai bentuk kritik atau kekecewaan.

Namun, benarkah demikian?

Setelah dilakukan penelusuran terhadap tayangan asli konferensi pers yang disiarkan Televisi Nasional Korsel, KBS, tidak ditemukan adanya adegan yang memperlihatkan wajah Hong Myung-bo diburamkan. Rekaman asli menunjukkan pelatih berusia 57 tahun tersebut tampil normal tanpa efek sensor maupun pengaburan wajah.

Tayangan asli konferensi pers Pelatih Hong Myung-bo yang disiarkan Televisi Nasional Korsel, KBS. Tanpa Diblur

Dengan kata lain, video yang beredar di media sosial bukan berasal dari siaran resmi KBS dalam kondisi asli. Besar kemungkinan video tersebut telah dimodifikasi atau diedit oleh oknum tertentu sehingga menampilkan efek blur yang kemudian memunculkan narasi seolah-olah media Korea Selatan sengaja "menyensor" Hong Myung-bo.

Meski demikian, bukan berarti Hong terbebas dari tekanan publik. Justru sebaliknya, pelatih yang pernah membawa Korea Selatan tampil di Piala Dunia 2014 itu menjadi sasaran utama kritik setelah tim gagal melewati fase grup.

Korea Selatan sebenarnya membuka turnamen dengan hasil positif usai mengalahkan Republik Ceko. Namun, dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat Son Heung-min dan kolega finis di posisi ketiga Grup A.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harapan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik sempat terbuka. Akan tetapi, kemenangan Republik Demokratik Kongo atas Uzbekistan menutup peluang tersebut dan memastikan Korea Selatan tersingkir lebih cepat.

Sebelumnya diberitakan, kegagalan itu memicu reaksi keras hingga ke tingkat pemerintahan. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung secara terbuka mempertanyakan proses pengelolaan tim nasional, termasuk penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih.

Halaman Selanjutnya

"Sebagai mantan ketua kehormatan klub sepak bola profesional dan, pada dasarnya, anggota Red Devils, saya merasa bukan hanya terkejut tetapi juga sangat bingung dengan hasil yang tak terduga ini," kata Lee dikutip Reuters.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |