Jakarta, VIVA – Kondisi rumah yang lembap sering kali dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, kelembapan berlebih terutama pada area sistem perpipaan dan sanitasi bisa memicu munculnya jamur yang berdampak pada kesehatan penghuni rumah.
Jamur yang tumbuh di sekitar saluran air bukan hanya mengganggu tampilan rumah, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan kesehatan, mulai dari alergi, iritasi saluran pernapasan, hingga rasa tidak nyaman akibat bau lembap yang muncul dari area tertentu. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Masalah ini umumnya terjadi akibat area perpipaan yang terus-menerus terkena paparan air dan memiliki tingkat kelembapan tinggi. Tak heran, kini semakin banyak masyarakat mulai memerhatikan kualitas material perpipaan yang digunakan di rumah demi menjaga kebersihan dan higienitas lingkungan tempat tinggal.
Menurut sejumlah praktisi konstruksi dan hunian sehat, sistem perpipaan yang baik tidak hanya berfungsi mengalirkan air, tetapi juga perlu mendukung sanitasi rumah secara menyeluruh. Material pipa yang rentan lembap dan berjamur bisa menjadi salah satu sumber masalah tersembunyi di dalam bangunan.
![]()
Dalam kehidupan sehari-hari, area perpipaan memang sering luput dari perhatian karena tersembunyi di balik dinding atau lantai rumah. Padahal, kondisi saluran air yang tidak higienis dapat memengaruhi kualitas air sekaligus menciptakan lingkungan lembap yang memicu pertumbuhan lumut dan jamur.
Selain berdampak pada kesehatan, kelembapan berlebih juga bisa membuat rumah lebih cepat rusak. Dinding mudah mengelupas, muncul noda hitam di sudut ruangan, hingga aroma tak sedap menjadi beberapa tanda yang umum terjadi akibat sistem sanitasi yang kurang optimal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tren hunian modern saat ini pun mulai bergeser ke arah rumah sehat yang tidak hanya nyaman dipandang, tetapi juga aman bagi kesehatan seluruh anggota keluarga. Karena itu, pemilihan material bangunan termasuk sistem perpipaan kini menjadi salah satu faktor penting yang semakin diperhatikan masyarakat.
Melihat meningkatnya perhatian terhadap hunian sehat, Vinilon Group baru-baru ini mengumumkan bahwa sejumlah produk pipa PVC mereka memperoleh sertifikasi antifungal atau anti jamur dari IAPMO Group Indonesia, lembaga inspeksi global yang bergerak di bidang standar keamanan dan kesehatan sistem perpipaan.
Halaman Selanjutnya
Sertifikasi tersebut mencakup produk Pipa PVC Vinilon tipe AW dan D, serta tipe VP dan VU. Pengujian dilakukan untuk memastikan material perpipaan mampu meminimalkan risiko pertumbuhan jamur pada sistem saluran air dan sanitasi.

3 weeks ago
9














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)