Dipengaruhi Geopolitik Timur Tengah, ESDM Umumkan Penurunan Harga Minyak Mentah Indonesia

3 weeks ago 25

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:00 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman menyampaikan, rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia alias Indonesian Crude Price (ICP) pada Juni 2026 adalah sebesar US$83,45 per barel, turun dibandingkan ICP Mei 2026 yang sebesar US$106,56 per barel. 

Melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 282.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juni 2026, penyebab penurunan itu dijelaskan akibat dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah, sebagai faktor utama yang menekan harga ICP selama Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar US$22,50 per barel, dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level US$106,56 per barel," kata Laode dalam keterangannya, dikutip Minggu, 19 Juli 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman

"Penurunan ini secara umum dipengaruhi oleh tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang cenderung mereda sepanjang bulan Juni," ujarnya.

Selain meredanya ketegangan di Timur Tengah, gencatan senjata dan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap turut mempengaruhi pasar.

"Pembukaan jalur tersebut memperlancar pasokan minyak dunia dan menekan harga di pasar internasional," kata Laode.

Sementara International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak dunia tumbuh 1,1 juta barel per hari (bph), sementara OPEC+ kembali meningkatkan produksi.

Rusia berencana meningkatkan pasokan minyak untuk memenuhi target OPEC+ 2026. Kenaikan pasokan dan perlambatan permintaan menekan harga minyak dunia.

Secara rinci, perkembangan rata-rata harga minyak mentah utama pada Juni 2026 dibandingkan Mei 2026 adalah sebagai berikut:

- ICP minyak mentah Indonesia turun US$23,11 per barel, dari US$106,56 menjadi US$83,45 per barel

- Brent di ICE turun US$18,73 per barel, dari US$103,71 menjadi US$84,98 per barel

- WTI di Nymex turun US$16,11 per barel, dari US$98,51 menjadi US$82,41 per barel

- Dated Brent turun US$21,42 per barel, dari US$107,55 menjadi US$86,13 per barel

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

- Basket OPEC turun US$23,52 per barel, dari US$114,55 menjadi US$91,03 per barel berdasarkan data hingga 28 Juni 2026.

Untuk Juli 2026, pemerintah memproyeksikan ICP berada pada kisaran US$67 hingga US$71 per barel. Realisasi harga akan bergantung pada perkembangan pasar dan situasi geopolitik global.

Halaman Selanjutnya

Risiko yang masih perlu diperhatikan antara lain kemungkinan eskalasi serangan baru yang dapat mengganggu produksi minyak. Di sisi lain, peningkatan pasokan dari Timur Tengah setelah pembukaan Selat Hormuz berpotensi kembali menekan harga.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |