Dolar Pernah Tembus Rp16.295 di 2024, Respons Jokowi Kini Jadi Sorotan Lagi

10 hours ago 1

Rabu, 20 Mei 2026 - 00:10 WIB

VIVA –Pernyataan lawas presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo pada tahun 2024 lalu terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar ikut jadi sorotan publik. Saat itu, nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp 16.295.

Saat itu, Jokowi yang ditemui awak media menyebut pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS tak hanya menimpa Indonesia saja, tetapi juga terdampak pada seluruh negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Semua negara sekarang ini mengalami hal yang sama tertekan oleh yang namanya dolar, kursnya. Ketidakpastian global sekarang ini menghantui semua negara,” kata Jokowi saat itu.

Jokowi menilai kurs rupiah saat itu berada pada posis moderat bila berada di kisaran Rp 16.200 hingga Rp 16.300 per dolar AS. Menurutnya, jika rupiah masih di angka tersebut masih dianggap baik mengingat ketidakpastian global yang menekan semua mata uang/

”Tapi menurut saya kalau masih di angka Rp 16.200-16.300 masih pada posisi yang baik lah,” kata dia.

Pernyataan lawas Jokowi ini ramai diperbincangkan menyusul dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait dengan pelemahan nilai tukar mata uang rupiah. Pada akhir pekan kemarin, Prabowo meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir dengan kondisi tersebut.

“Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” kata dia Sabtu 16 Mei lalu saat melakukan peresemian Museum Marsinah di Nganjuk Jawa Timur.

Prabowo menyebut bahwa pelemahan nilai tukar rupiah paling berdampak bagi mereka yang sering bepergian ke luar negeri serta para pengusaha. Dalam pidatonya itu, dia berharap masyarakat tetap percaya pada kekuatan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Yang pusing itu yang suka keluar negeri, pengusaha. Percalah ekonomi kita kuat. Fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa ya Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita,” kata dia.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat per Selasa 19 Mei 2026 menyentuh angka Rp 17.713. Sebelumnya, pada Senin 18 Mei kemarin berada di posisi Rp 17.668.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Menko Airlangga Ungkap Faktor Utama Rupiah Melemah: Permintaan Dolar Tinggi

Menurut Airlangga, kebutuhan dolar AS meningkat pada periode saat ini seiring aktivitas pembayaran dividen perusahaan setelah musim laporan keuangan tahunan.

img_title

VIVA.co.id

19 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |