Dony Oskaria Turun Tangan, Himbara Dikerahkan Selamatkan Restrukturisasi Dua BUMN Karya

1 week ago 6

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:00 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mempercepat langkah restrukturisasi terhadap dua perusahaan pelat merah di sektor konstruksi, yakni PT PP (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna mendukung pembiayaan transformasi kedua perusahaan.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan restrukturisasi yang tengah berjalan harus menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi bisnis BUMN karya agar mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Dony, pengalaman restrukturisasi sebelumnya menjadi pelajaran berharga sehingga proses yang dilakukan saat ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian persoalan keuangan, tetapi juga membangun tata kelola perusahaan yang lebih baik.

"Kita belajar dari pengalaman. Restrukturisasi ini harus menjadi titik balik untuk membangun BUMN Karya yang lebih kuat, lebih sehat dan memiliki tata kelola yang lebih baik sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan mendukung pembangunan nasional," ujar Dony dalam keterangannya, Kamis, 2 Juli 2026.

Himbara Dilibatkan Dukung Restrukturisasi

Sebagai bagian dari proses transformasi, BP BUMN mengajak bank-bank yang tergabung dalam Himbara untuk mendukung restrukturisasi PT PP dan PT Adhi Karya.

Dalam rangkaian pembahasan tersebut, Dony memimpin rapat bersama jajaran direksi Bank Mandiri, BRI, BNI, PT PP (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Pertemuan itu membahas perkembangan restrukturisasi yang sedang berjalan, termasuk penyusunan skema pembiayaan dari Himbara untuk mendukung transformasi kedua perusahaan.

Pemerintah menilai dukungan sektor perbankan menjadi salah satu faktor penting agar proses restrukturisasi dapat berjalan sesuai target sekaligus memperkuat kondisi keuangan perusahaan.

Pembiayaan Difokuskan pada Proyek Produktif

Dalam pembahasan tersebut, penyusunan skema pembiayaan menjadi salah satu fokus utama.

BP BUMN menegaskan bahwa dukungan pembiayaan akan diarahkan hanya kepada proyek-proyek yang produktif, memiliki kelayakan bisnis, serta menghasilkan arus kas yang terukur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan pendekatan tersebut, pembiayaan diharapkan tidak hanya membantu memperbaiki kondisi keuangan perusahaan, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Restrukturisasi juga dirancang untuk meningkatkan disiplin bisnis sehingga setiap pendanaan yang diberikan benar-benar digunakan pada proyek yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Halaman Selanjutnya

Perkuat Tata Kelola dan Pengelolaan Risiko

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |