loading...
Pertamina Foundation memperkuat peran strategisnya dalam mendukung keberlanjutan bisnis Pertamina Group melalui pergantian kepemimpinan Pertamina Foundation dan Universitas Pertamina (UPER) periode 2026. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Pertamina Foundation memperkuat peran strategisnya dalam mendukung keberlanjutan bisnis Pertamina Group melalui pengembangan pendidikan, riset, inovasi teknologi bersih, dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan bersamaan dengan pergantian kepemimpinan Pertamina Foundation dan Universitas Pertamina (UPER) periode 2026.
"Town Hall Meeting hari ini bukan sekadar acara serah terima jabatan, melainkan bentuk keberlanjutan perjalanan. Kita menghargai dan belajar dari masa lalu, namun harus terus melangkah ke depan," ujar President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari dalam Town Hall Meeting bertajuk "Continuity, Appreciation & New Leadership" dikutip pada Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Agus mengatakan Pertamina Foundation harus menjadi enabler dan katalisator transformasi Pertamina Group, antara lain melalui pencapaian zero incident HSSE, pengembangan teknologi informasi, riset biofuel, panel surya, dan pengelolaan limbah, serta penguatan pengembangan bisnis yang berpotensi membawa institusi ke tingkat global.
Pertamina Foundation juga memperkuat sinergi dengan Pertamina Group melalui integrasi ekosistem pendidikan yang diarahkan untuk mendukung agenda strategis perusahaan, khususnya keberlanjutan, transisi energi, dan hilirisasi. Dalam perannya sebagai mitra program tanggung jawab sosial dan lingkungan, Pertamina Foundation juga menjadi penghubung antara ekosistem Pertamina dengan masyarakat, termasuk kelompok yang membutuhkan akses terhadap pendidikan tinggi.
Dari sisi pemberdayaan masyarakat, Pertamina Foundation telah mengembangkan 44 Desa Energi Berdikari, melatih 6.325 UMKM, serta menyalurkan bantuan modal kepada 840 UMKM melalui program PFpreneur. Sementara itu, program PFmuda telah mendampingi 367 proyek sosial dan membina 86 unit bisnis sociopreneur.
































