'Economic D-Day' untuk Iran Dimulai

2 days ago 10

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:34 WIB

VIVA – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan negaranya sedang memasuki operasi "Economic D-Day" terhadap Iran setelah upaya Pemerintahan Presiden Donald Trump melumpuhkan kemampuan militer dan nuklir Iran.

"Presiden Trump telah melumpuhkan kemampuan militer Iran, menghancurkan hampir 100 persen pabrik-pabrik militernya, dan mengubur program nuklirnya," kata Bessent, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi, Senin, 24 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan AS telah memasuki tahap akhir, di mana ketika fajar menyingsing sesuai waktu setempat, maka operasi "Economic D-Day" terhadap Iran akan dimulai.

"Saat fajar menyingsing, "Economic D-Day" dimulai, yakni serangan finansial terbesar yang pernah dilancarkan terhadap musuh," tegasnya.

Scott Bessent mengatakan Pemerintah AS akan memanfaatkan setiap sumber daya yang tersedia untuk semakin mengisolasi Iran secara ekonomi dan memutus sumber-sumber dukungan bagi Pemerintah Iran.

"Presiden (Trump) telah menciptakan kondisi untuk memanfaatkan setiap lembaga, setiap kewenangan, dan tindakan yang banyak orang anggap tidak akan pernah kami ambil. Tujuan kami adalah memutus setiap sumber daya ekonomi yang menopang rezim tirani tersebut hingga Iran berdiri sendiri," kata Bessent.

Ia pun memperingatkan pemerintah dan pihak-pihak lain untuk tidak berasumsi bahwa AS tidak akan menjatuhkan sanksi kepada mereka yang menentang kebijakan AS terhadap Iran.

"Iran telah bertahan dengan menyamarkan pemerasan sebagai jaminan keamanan. Mereka memperoleh kekuatan dari perhitungan yang menganggap pembalasan Iran pasti terjadi, sementara tindakan penegakan kebijakan AS dianggap dapat dinegosiasikan," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di bawah kepemimpinan Trump, lanjut Bessent, era itu telah berakhir. "Dan mereka yang khawatir akan bahaya menentang Iran, sebaiknya tidak meremehkan konsekuensi dengan menantang AS," ujarnya.

Meski begitu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent tidak merinci lebih lanjut soal langkah-langkah ekonomi spesifik atau lembaga-lembaga mana yang akan terlibat dalam serangan ekonomi tersebut.

Penampakan Kapal dan Perahu di Selat Hormuz

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi

Iran mengancam akan melakukan pemblokiran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika Amerika Serikat (AS) tetap melanjutkan perang ekonominya terhadap Teheran.

img_title

VIVA.co.id

24 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |