Ekonomi Kuartal I Dipatok Tumbuh 5,6 Persen, Juda Agung sebut Bansos dan Insentif Bakal Digeber

4 weeks ago 8

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:02 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, mengungkapkan strategi yang akan dilakukan pemerintah, guna mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen secara year-on-year (yoy) di kuartal I-2026 ini.

Dia memastikan, guna menembus target tersebut, pemerintah bakal berupaya untuk mempercepat belanja di kuartal I-2026 ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belanja yang bakal dikebut itu antara lain seperti belanja bantuan sosial alias bansos dan penggelontoran berbagai jenis insentif, yang diharapkan juga akan turut mendongkrak konsumsi masyarakat.

"Jadi kan ada beberapa program perlinsos yang bisa kita lakukan di kuartal I ini, nah itu tetap akan dilakukan. Kita lakukan segera," kata Juda di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Februari 2026.

Dia mengakui bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen di kuartal I-2026 ini, memang lebih besar dari target titik acuan (baseline) yang dipatok sebesar 5,5 persen di tiga bulan pertama tahun ini.

Karenanya, dia memastikan bahwa pemerintah akan berupaya untuk menambah pertumbuhannya dengan menstimulus perekonomian, demi menghasilkan dampak positif dari peningkatan konsumsi masyarakat tersebut.

"Sehingga artinya, dari baseline sebesar 5,5 persen menjadi 5,6 persen itu, berarti kan ada tambahan 0,1 persen. Maka untuk akselerasinya, dibutuhkan additional tambahan pertumbuhannya," ujar Juda.

Karenanya, Juda menilai bahwa strategi utama melalui upaya percepatan belanja pemerintah yang bakal digeber di kuartal I-2026 ini, menjadi langkah yang sangat penting untuk mengakselerasi target pertumbuhan ekonomi di atas baseline tersebut.

Terlebih, hal itu juga dilakukan dengan berkaca pada pertumbuhan awal tahun lalu atau pada kuartal I-2025, dimana ekonomi hanya tumbuh di level 4,87 persen akibat belanja pemerintah banyak yang tertahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi pada kuartal I, baseline kita di bidang keuangan itu 5,5 persen. Maka kita akan dorong ke 5,6 persen dengan beberapa pengeluaran yang memang bisa dilakukan di kuartal I ini," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, juga telah menyampaikan bahwa belanja Kementerian/Lembaga bakal dipacu di kuartal I-2026 ini, seiring dengan insentif di momentum Ramadhan dan Lebaran 2026 yang diharapkan dapat mendongkrak daya beli masyarakat.

Halaman Selanjutnya

"Jadi untuk triwulan pertama yang bakal ada bulan puasa, lebaran, dan segala macamnya itu, insentif di bulan itu akan kita berikan juga sesuai dengan perintah Presiden. Sehingga di triwulan pertama ini kita akan dorong pertumbuhan lebih cepat, utamanya juga dari konsumsi," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |