Jakarta, VIVA – Elon Musk kembali menjadi perhatian publik, kali ini lewat langkah agresif dalam membangun perusahaan kecerdasan buatan miliknya. Di tengah persaingan global yang semakin ketat untuk merebut talenta AI terbaik, Musk membuka lowongan kerja dengan skema gaji yang terbilang ekstrem, bahkan untuk ukuran industri teknologi kelas dunia.
Lowongan kerja tersebut muncul saat perusahaan AI milik Elon Musk tengah berada dalam fase ekspansi cepat. Perusahaan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga membangun tim inti yang benar-benar solid dan berpengaruh besar terhadap arah bisnis.
Karena itu, posisi yang dibuka bukan peran biasa, melainkan jabatan strategis yang punya akses langsung ke pusat pengambilan keputusan. Hal yang membuat lowongan ini semakin mencuri perhatian, yakni nilai kompensasi yang ditawarkan.
Gaji tahunan untuk posisi tersebut mencapai US$240.000 atau setara sekitar Rp4 miliar. Angka ini belum termasuk kepemilikan saham perusahaan dan berbagai fasilitas tambahan lain.
Tak heran, paket seperti itu membuat posisi ini langsung masuk jajaran lowongan kerja bergaji tinggi di sektor AI. Lebih menarik lagi, pemegang posisi ini akan melapor langsung kepada Elon Musk.
Artinya, kandidat terpilih tidak hanya bekerja di lingkungan teknologi bertekanan tinggi, tetapi juga berada dalam lingkaran inti kepemimpinan perusahaan AI yang saat ini menjadi salah satu pemain paling disorot di dunia.
Posisi yang dibuka dikenal sebagai talent engineer. Peran ini dirancang untuk membentuk unit kecil berisi individu terpilih yang bertugas mencari dan merekrut talenta terbaik di bidang kecerdasan buatan dan teknik. Namun, pendekatan yang digunakan jauh berbeda dari perekrutan konvensional.
"Perusahaan menginginkan sosok yang bukan hanya jago berjejaring, tetapi juga memiliki latar belakang sebagai pembuat produk dan memahami dunia teknis secara mendalam," demikian dikutip dari Entrepreneur, Jumat, 23 Januari 2026.
Perusahaan menekankan bahwa kandidat ideal adalah individu dengan jiwa engineer yang kuat. Sosok tersebut diharapkan terbiasa membangun produk sejak dini, memahami cara kerja teknologi dari dalam, serta mampu melihat potensi luar biasa dari individu-individu yang sering kali luput dari radar perekrutan tradisional.
Halaman Selanjutnya
Kemampuan berinteraksi dengan AI secara langsung dan memanfaatkan teknologi untuk membangun solusi juga menjadi nilai tambah yang penting. Untuk lokasinya, lowongan kerja ini berbasis di Palo Alto, California, kawasan yang dikenal sebagai jantung Silicon Valley. Bagaimana, Anda minat?

23 hours ago
3















