VIVA – Fernando Alonso akhirnya mengungkap siapa pembalap yang menurutnya paling hebat antara Max Verstappen dan Michael Schumacher.
Alonso menjadi salah satu pembalap yang punya pengalaman unik. Ia pernah berhadapan langsung dengan Schumacher ketika legenda asal Jerman itu berada di puncak karier.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kini, Alonso juga masih satu grid dengan Verstappen. Karena itu, pembalap Aston Martin tersebut memiliki pengalaman langsung untuk membandingkan dua juara dunia Formula 1 tersebut.
Nama Schumacher tentu sulit dilepaskan dari sejarah F1. Ia mengoleksi tujuh gelar juara dunia dan pernah mendominasi kompetisi bersama Ferrari.
Sementara Verstappen telah meraih empat gelar juara dunia bersama Red Bull dan dalam beberapa tahun terakhir menjelma menjadi salah satu kekuatan terbesar di grid.
Jika melihat jumlah gelar, Schumacher memang lebih unggul. Namun, Alonso memiliki penilaian berbeda ketika membandingkan kemampuan keduanya di lintasan.
Alonso secara mengejutkan menempatkan Verstappen sebagai lawan terberat yang pernah dihadapinya. Pembalap asal Spanyol itu bahkan nyaris memberikan nilai sempurna kepada Verstappen. "9,9. Hanya saya yang 10!" ujar Alonso sambil bercanda.
Ia kemudian memberikan alasan mengapa Verstappen mendapatkan penilaian setinggi itu. "9,9 karena saya yakin dia masih memiliki beberapa kelemahan. Kita semua memilikinya. Tapi memang sangat tinggi," kata Alonso.
Menurut Alonso, Verstappen merupakan kompetitor terbaik yang pernah ia hadapi di lintasan, terutama karena pembalap asal Belanda itu hampir tidak memiliki titik lemah.
"Pembalap terbaik yang pernah saya hadapi di lintasan, terutama karena dia sebenarnya tidak memiliki titik lemah. Dia 9,9. Kami hanya perlu menemukan sepersepuluh terakhir itu. Saya yakin dia punya kelemahan," tutur Alonso.
Verstappen Dulu Sempat Bikin Kesalahan
Alonso mengakui Verstappen tidak langsung menjadi pembalap sempurna ketika pertama kali memasuki Formula 1.
Menurutnya, Verstappen pada awal karier masih memiliki energi berlebihan yang terkadang membuatnya melakukan kesalahan kecil.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu contohnya adalah pelanggaran batas kecepatan di pit lane. Namun, kesalahan-kesalahan tersebut perlahan menghilang seiring bertambahnya pengalaman.
"Setelah tahun kedua atau ketiga, tidak ada lagi kesalahan, tidak ada lagi kekeliruan. Hanya tampil, tampil, dan tampil," ujar Alonso.
Halaman Selanjutnya
Ia menilai Verstappen terus berkembang dari musim ke musim dan bahkan membuat standar persaingan di Formula 1 menjadi semakin tinggi.

3 hours ago
4
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

