VIVA – FIFA mendapatkan kritikan atas apa yang terjadi dalam keberhasilan Jerman meraih kemenangan telak atas Curacao di Piala Dunia 2026. Duel tersebut berakhir dengan skor telak 7-1.
Der Panzer mengawali petualangan mereka di Piala Dunia 2026 dengan baik pada Senin (15/6/2026) pagi WIB. Mereka sudah membuka skor di NRG Stadium, Houston sejak menit keenam melalui Felix Nmecha.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Curacao sempat menyamakan kedudukan melalui Livano Comenencia. Namun, Nico Schlotterbeck dan Kai Havertz memastikan Jerman unggul 3-1 di saat jeda turun minum.
Di paruh kedua, Die Mannschaft semakin menjadi-jadi melalui Jamal Musiala. Masuknya Deniz Undav menjadi pembeda pada menit-menit akhir.
Sang penyerang Stuttgart berhasil mencetak satu gol serta mempersembahkan dua assist masing-masing untuk Nathaniel Brown dan gol kedua Havertz. Duel pun berakhir dengan skor mencolok 7-1.
Selagi ini bukan hal yang mengejutkan, namun hasil ini menjelaskan sebuah kerugian yang sudah diprediksi terjadi dari keputusan FIFA untuk memperlebar peserta dari 32 tim menjadi 48 tim. Ada kecemasan karena banyaknya tim debutan yang tampil.
Curacao merupakan satu dari empat tim debutan di Piala Dunia bersama dengan Tanjung Verde, Yordania, dan juga Uzbekistan. Mereka datang dengan hanya menempati ranking ke-82 dunia FIFA pada saat ini.
Hal ini menjadi sorotan bagi ESPN. Namun, skor besar di Piala Dunia sejatinya bukan barang baru, karena Jerman sendiri pernah membantai Arab Saudi 8-0 pada 2002 silam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ada kekhawatiran bahwa meskipun perluasan Piala Dunia menjadi 48 tim akan menciptakan inklusi yang jauh lebih besar untuk turnamen terbesar dalam olahraga paling populer di dunia, hal itu juga akan menghasilkan lebih banyak kekalahan telak dalam pertandingan antara tim-tim unggulan dan lawan-lawan yang kewalahan. Curaçao adalah salah satu dari empat tim yang baru pertama kali lolos ke Piala Dunia, bersama dengan Tanjung Verde, Yordania, dan Uzbekistan, dan mereka memasuki pertandingan dengan peringkat ke-82 dalam peringkat dunia FIFA,” tulis ESPN.
“Hasil pertandingan hari Minggu akhirnya membuktikan baik sisi positif maupun negatif dari perluasan format Piala Dunia. Memang, Jerman telah memenangkan banyak pertandingan Piala Dunia dengan skor telak selama bertahun-tahun dengan jumlah peserta yang lebih sedikit -- 6-0 atas Meksiko pada tahun 1978, 8-0 atas Arab Saudi pada tahun 2002, dan kemenangan identik 7-1 atas Brasil pada tahun 2014 -- tetapi debut Curaçao memang merupakan kekalahan telak yang memalukan. Pada saat yang sama, gol Comenencia akan selalu dikenang di negara itu, dan para penggemar Curaçao membantu menciptakan suasana yang meriah dan antusias sepanjang pertandingan,” tambahnya.
Halaman Selanjutnya
Jerman mendominasi segala aspek dalam laga ini. Berikutnya, mereka harus fokus untuk menghadapi lawan yang lebih berat, yaitu Pantai Gading pada Minggu (21/6/2026) dini hari WIB. (rda)

2 hours ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)