Minggu, 15 Maret 2026 - 13:49 WIB
VIVA – Filsuf dan sosiolog Jerman berpengaruh, Jurgen Habermas, meninggal dunia pada usia 96 tahun, menurut keterangan penerbitnya. Habermas wafat pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Starnberg, dekat Munich, sebagaimana diumumkan oleh penerbitnya, Suhrkamp Verlag.
Habermas dikenal sebagai salah satu tokoh intelektual paling penting dalam sejarah Jerman pascaperang. Pemikir yang banyak menulis tentang teori sosial, demokrasi, dan supremasi hukum ini terkenal dengan gagasannya mengenai pembentukan konsensus politik melalui komunikasi publik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selama karier akademik yang berlangsung lebih dari tujuh dekade, Habermas dipandang sebagai salah satu filsuf paling berpengaruh abad ke-20. Pemikirannya juga memberi kontribusi besar terhadap wacana integrasi Eropa dan pembentukan Uni Eropa.
Pengaruhnya melampaui batas politik. Kanselir Jerman, Friedrich Merz dari Uni Demokrat Kristen, menyebut Habermas sebagai "salah satu pemikir paling signifikan di zaman kita".
"Ketajaman analitisnya membentuk wacana demokrasi jauh melampaui batas negara kita dan berfungsi sebagai mercusuar di tengah badai," kata Merz dalam sebuah pernyataan. "Suaranya akan dirindukan."
Habermas meyakini bahwa pembentukan opini publik merupakan fondasi penting bagi kelangsungan demokrasi. Keyakinan itu membuatnya tetap aktif menulis buku dan artikel hingga usia lanjut.
Dalam wawancara dengan The Guardian pada 2015, ia pernah mengkritik Kanselir Jerman saat itu, Angela Merkel, karena dinilai "mempertaruhkan|" reputasi Jerman pascaperang melalui sikap keras pemerintahnya selama krisis utang Yunani.
Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, beberapa pandangannya memicu perdebatan di kalangan intelektual muda. Pada 2022, ia mengkritik Menteri Luar Negeri Jerman dari Partai Hijau saat itu, Annalena Baerbock, atas pernyataannya yang dinilai terlalu keras terhadap perang Rusia di Ukraina.
Pernyataannya bahwa perang Israel di Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober "pada prinsipnya dibenarkan" juga menuai kritik dari sejumlah filsuf yang mengikuti tradisi "teori kritis" Sekolah Frankfurt.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karya terbarunya, Things Needed to Get Better, terbit pada Desember tahun lalu. Dalam buku tersebut, Habermas menegaskan bahwa ia menolak "membiarkan sikap pesimis mengambil kata terakhir" dan percaya krisis masa kini masih dapat dihadapi serta diatasi.
Habermas lahir pada 18 Juni 1929 di Düsseldorf dari keluarga borjuis. Ia menjalani dua operasi sejak bayi untuk mengatasi langit-langit mulut sumbing yang menyebabkan gangguan bicara. Kondisi itu kemudian sering disebut memengaruhi minat intelektualnya terhadap teori komunikasi.
Halaman Selanjutnya
Ia pernah mengatakan pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya bahasa sebagai "lapisan kesamaan yang tanpanya kita sebagai individu tidak dapat eksis".

4 hours ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)



