Trump: AS Akan Terus Serang Pusat Eskpor Minyak Iran di Pulau Kharg Hanya untuk Bersenang-senang

3 hours ago 4

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:36 WIB

VIVA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan Washington kemungkinan akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap pusat ekspor minyak vital Iran di Pulau Kharg. Dalam wawancara dengan NBC News pada Sabtu, Trump bahkan menyebut serangan tambahan bisa dilakukan "hanya untuk bersenang-senang".

Dalam pernyataan tersebut, Trump juga meredam harapan tercapainya kesepakatan cepat antara Amerika Serikat dan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Syaratnya belum cukup baik," kata Trump kepada NBC News. Ia mengklaim pemerintah Iran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan dengan Washington.

Komentar itu muncul setelah beberapa hari muncul pesan yang saling bertentangan dari Gedung Putih mengenai berapa lama Amerika Serikat akan melanjutkan operasi militernya terhadap Iran.

Trump mengklaim bahwa serangan Amerika telah "benar-benar menghancurkan" sebagian besar fasilitas di Pulau Kharg, yang selama ini menjadi pusat ekspor minyak utama Iran. Ia juga mengatakan militer AS dapat kembali menyerang lokasi tersebut.

"Kami telah benar-benar menghancurkannya," kata Trump. "Kecuali, seperti yang Anda ketahui, saya tidak melakukan apa pun yang berkaitan dengan jalur energi, karena membangun kembali itu akan memakan waktu bertahun-tahun."

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyinggung kondisi pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Tanpa menyebutkan sumber, ia mempertanyakan apakah tokoh tersebut "masih hidup" di tengah spekulasi mengenai kondisinya.

Trump juga mengatakan belum jelas apakah Iran telah menanam ranjau di Selat Hormuz. Jalur laut strategis itu dilaporkan hampir sepenuhnya tertutup sejak konflik dua minggu terakhir.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia, dengan sekitar seperlima pasokan minyak mentah global biasanya melewati perairan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekhawatiran atas dampak perang antara AS dan Israel terhadap Iran terhadap pasokan energi global, serta gangguan di Selat Hormuz, telah mendorong harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun. Kenaikan tersebut juga dengan cepat meningkatkan harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk di Amerika Serikat.

Trump mengatakan Washington berencana melakukan operasi penyisiran di jalur laut tersebut dan mengisyaratkan keterlibatan negara lain.

Halaman Selanjutnya

"Kita akan melakukan penyisiran yang sangat ketat di selat ini, dan kami yakin akan bergabung dengan negara-negara lain yang agak terhambat, dan dalam beberapa kasus terhambat untuk mendapatkan minyak," katanya. Namun, Trump tidak menjelaskan negara mana saja yang akan bergabung maupun berapa lama operasi tersebut akan berlangsung.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |