Jakarta, VIVA - Perusahaan penyedia indeks global, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell, menunda review indeks Indonesia (RI) periode Maret 2026. Informasi ini diumumkan pada Selasa, 10 Januari 2026.
Penangguhan sehubung masih berlangsungnya reformasi pasar modal Indonesia oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Khususnya terkait transparansi dan keandalan perhitungan free float emiten domestik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lebih lanjut, FTSE Russell menjelaskan penundaan bertujuan untuk menghindari potensi distorsi indeks akibat ketidakpastian data dan risiko penurunan likuiditas selama masa transisi kebijakan pasar modal. Kebijakan ini bersifat teknis dan sementara, serta tidak berkaitan dengan klasifikasi status pasar saham Indonesia dalam kerangka Equity Country Classification FTSE.
Nantinya, FTSE akan mengumumkan review kuartalan periode Juni 2026 pada pada 22 Mei 2026.
IHSG.
Photo :
- VIVA/Muhamad Solihin
Meski demikian, penyedian indeks global ini menyampaikan dukungan terhadap reformasi pasar modal Tanah Air yang tengah dilakukan oleh regutor Tanah Air. Pernyataan ini disampaikan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik.
Jeffrey mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan FTSE Russell pada Senin, 9 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut perwakilan indeks global ini juga menekankan implementasi aksi reformasi di pasar modal Tanah Air agar sesuai dengan time line yang telah disampaikan oleh BEI.
"Kami sampaikan bahwa FTSE memberikan support atas rencana aksi yang sedang dilakukan oleh BEI bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO),” ungkap Jeffrey dikutip dari Antara pada Selasa, 10 Januari 2026.
Jeffrey mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh FTSE Russell atas upaya yang tengah dilakukan regulator melakukan perubahan yang lebih baik terhadap pasar modal Indonesia. Ia melanjutnya, penyedia indeks global tersebut tidak menyampaikan concern terkait country classification, seperti layaknya yang dilakukan oleh Morgan Stanley Index Capital (MSCI).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami mengapresiasi dukungan dari FTSE. Kita juga dapat memahami bahwa FTSE juga tidak menyampaikan concern terkait country classification,” lanjut Jeffrey.
Menyusul dukungan FTSE terhadap reformasi pasar modal dalam negeri mendapat respons positif dari investor. Pada penutupan perdagangan sesi I pada Selasa, 10 Januari 2026, IHSG menguat 100,87 poin atau 1,25 persen ke posisi 8.132,75.
Halaman Selanjutnya
Sebagaimana diketahui bersama, OJK bersama BEI dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sedang mengakselerasi reformasi struktural pasar modal Indonesia, dalam rangka memperkuat integritas, transparansi, dan daya saing pasar. Langkah ini sekaligus menindaklanjuti masukan dari MSCI Inc. (MSCI).

4 weeks ago
8










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

