Gaji Belum Bayar, Para Influencer Tuntut Badan Propaganda Israel Lebih dari Rp10 Miliar

10 hours ago 2

loading...

Para influencer media sosial menuntut Direktorat Propaganda Israel atau Hasbara lebih dari Rp10 miliar karena gaji mereka belum dibayarkan. Foto/The Dia via The Cradle

TEL AVIV - Badan propaganda Israel, yang dalam bahasa Ibrani disebut sebagai Hasbara, menghadapi tuntutan kompensasi dengan total lebih dari Rp10 miliar dari para influencer dan kontraktor karena belum membayar gaji mereka.

Media Israel, Calcalist, melaporkan melaporkan bahwa puluhan aktivis dan kontraktor Hasbara independen dipekerjakan setelah serangan Hamas 7 Oktober 2023, karena badan tersebut kekurangan staf. Mereka dipekerjakan untuk melakukan kontra-narasi genosida Gaza.

Baca Juga: Para Penasihat Trump Menyesal AS Perang Melawan Iran, Terlalu Remehkan Rezim Teheran

Beberapa di antaranya tidak secara resmi dipekerjakan oleh negara Israel tetapi bekerja melalui kontraktor swasta. “Dengan demikian, perusahaan produksi swasta menjadi saluran pembayaran bagi mereka yang mewakili Israel di luar negeri,” bunyi laporan Calcalist, sebagaimana dikutip dari Middle East Eye, Selasa (17/3/2026). Para kontraktor menggambarkan pekerjaan itu “selalu berantakan".

Salah satu perusahaan yang menyediakan studio khusus untuk wawancara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant sekarang menuntut lebih dari setengah juta shekel (Rp2,7 miliar) sebagai "gaji" yang belum dibayar.

Perusahaan lain, Intellect, menuntut lebih dari 1,5 juta shekel (Rp8,2 miliar) dari Kantor Perdana Menteri Israel selaku pihak yang mengawasi direktorat Hasbara.

Menurut laporan Calcalist, "Intellect mendanai penerbangan ke Den Haag, yang digunakan oleh aktivis influencer yang beroperasi melawan demonstrasi pro-Palestina menjelang sidang di pengadilan di Den Haag.”

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan terdapat “ketidakberaturan dalam praktik pengadaan direktorat diplomasi publik” tetapi tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut karena proses hukum yang sedang berlangsung.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |