Game Gang Dagang, seperti Main Roblox tapi untuk UMKM

2 hours ago 1

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:55 WIB

Jakarta, VIVA – Perusahaan rintisan atau startup teknologi pembayaran, Netzme, terus memperkuat posisi dalam mendorong digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM.

Kali ini, Netzme memperkenalkan “Gang Dagang”, sebuah game edukasi yang dirancang khusus untuk meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM, khususnya Jakpreneur.

Game tersebut merupakan hasil kolaborasi Netzme dengan Ruangguru dan menghadirkan pembelajaran seputar penggunaan QRIS, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan keuangan harian, perhitungan laba, pengelolaan utang, hingga pemahaman akses permodalan.

Seluruh materi disampaikan melalui simulasi dan tantangan pengambilan keputusan yang realistis. Pengguna yang berhasil menyelesaikan tantangan akan memperoleh QRIS Jakpreneur beserta QRIS Soundbox sebagai sarana implementasi langsung dalam kegiatan usaha.

Game “Gang Dagang” dijadwalkan dapat diakses sepenuhnya pada pertengahan tahun ini melalui situs gangdagang.id serta seluruh platform dalam ekosistem Netzme.

Kepala Eksekutif Netzme Vicky Ganda Saputra menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam mendorong UMKM go digital.

Ia berharap bisa membantu pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi yang efektif sekaligus mendorong adopsi pembayaran nontunai di kalangan UMKM.

"Literasi keuangan digital memegang peranan penting bagi keberlanjutan dan pertumbuhan usaha pelaku UMKM, terutama bagi pemula," katanya di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.

Dengan menggandeng Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta, Netzme siap menjadikan game tersebut sebagai salah satu proses onboarding menjadi pelaku UMKM yang lebih baik dan berkelanjutan.

Adapun di dalam game Gang Dagang, yang resmi diluncurkan pada 2 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), bakal ada sistem scoring atau nilai.

Pengguna yang nilainya paling tinggi akan mendapatkan benefit dari Netzme berupa merchant incentive tour ke China, sejalan dengan QRIS Cross Border BI yang telah bisa dipakai di sana.

"Modelnya seperti main Roblox. Simulasi benar-benar dari mulai ada modal. Simulasi permodalannya sampai dagang sukses. Menariknya juga, yang bisa memainkannya dengan baik itu akan kami bantu untuk buatkan QRIS agar bisa mulai berdagang secara nyata juga," jelas Vicky.

Sementara itu, Kepala Divisi Implementasi dan Kebijakan SP Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Hery Afrianto, menyambut baik hadirnya Gang Dagang yang dianggap mampu memperkuat ekosistem pembayaran digital.

Halaman Selanjutnya

"Semakin banyak merchant yang onboarding QRIS maka akan memperkuat ekosistem pembayaran digital. Tentu, inisiatif dari Netzme sangat penting. Kami sangat mendukung merchant-merchant yang saat ini masih menggunakan pembayaran tradisional masuk ke pembayaran digital," tuturnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |