Garansi Mulai Dilirik Konsumen Mobil Bekas

5 hours ago 1

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:37 WIB

Jakarta, VIVA – Membeli mobil bekas selama ini identik dengan berbagai pertimbangan, mulai dari kondisi kendaraan, riwayat servis, hingga harga yang ditawarkan. Namun, seiring berkembangnya pasar mobil bekas yang semakin modern, ada faktor lain yang kini mulai menjadi perhatian konsumen, yakni adanya garansi setelah transaksi.

Keberadaan garansi dinilai mampu memberikan rasa aman, terutama bagi pembeli yang khawatir menemukan masalah pada kendaraan setelah mobil dibawa pulang. Kondisi ini juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang tidak lagi hanya mengejar harga murah, tetapi juga mengutamakan kepastian terhadap kualitas kendaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra, mengatakan masih banyak calon pembeli yang merasa ragu ketika bertransaksi mobil bekas karena minimnya kepastian mengenai kondisi kendaraan maupun perlindungan setelah pembelian.

"Selama ini beli atau jual mobil bekas selalu bikin was-was. Kondisinya benar sesuai deskripsi tidak, harganya fair tidak, apakah ada jaminan kalau ternyata bermasalah belakangan," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Rabu 1 Juli 2026.

Melihat semakin pentingnya faktor kepercayaan, Caroline.id juga menggandeng Denny Sumargo sebagai brand ambassador. Menurut perusahaan, sosok tersebut dipilih karena dinilai identik dengan kredibilitas dan dipercaya publik, sehingga sejalan dengan pesan yang ingin dibangun mengenai transparansi dan kepastian dalam transaksi mobil bekas.

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan akan rasa aman mendorong penyedia layanan mobil bekas menghadirkan berbagai bentuk perlindungan, mulai dari inspeksi kendaraan sebelum dijual hingga garansi untuk komponen tertentu.

Tren tersebut mulai terlihat di sejumlah platform jual beli mobil bekas yang menawarkan garansi mesin, transmisi, hingga sistem kelistrikan dalam periode tertentu. Selain itu, ada pula layanan yang memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mengembalikan kendaraan apabila kondisi aktual tidak sesuai dengan informasi yang disampaikan saat transaksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain garansi, transparansi harga juga mulai menjadi perhatian pembeli. Berbagai platform kini menghadirkan fitur estimasi harga berbasis data pasar sehingga penjual maupun pembeli memiliki acuan mengenai nilai kendaraan yang lebih objektif.

Perubahan ini dinilai sejalan dengan semakin berkembangnya digitalisasi di industri otomotif. Konsumen kini memiliki akses lebih mudah untuk membandingkan harga, melihat riwayat kendaraan, hingga memanfaatkan layanan inspeksi sebelum memutuskan membeli mobil bekas.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, kehadiran garansi bukan berarti calon pembeli bisa mengabaikan proses pemeriksaan kendaraan. Pemeriksaan kondisi fisik, dokumen, riwayat servis, serta legalitas kendaraan tetap menjadi langkah penting sebelum melakukan transaksi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |