Gelombang Panas di Prancis Tewaskan 300 Orang, Lansia Jadi Korban Terbanyak

2 weeks ago 6

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:49 WIB

Jakarta, VIVA – Gelombang panas yang melanda Prancis pada Mei 2026 menyebabkan sekitar 300 kematian berlebih. Kelompok usia 75 tahun ke atas menjadi yang paling terdampak dengan sekitar 230 korban jiwa, atau meningkat 15 persen dibandingkan angka kematian yang diperkirakan pada kelompok umur tersebut.

Status siaga oranye diberlakukan oleh Meteo-France pada 26-30 Mei di sejumlah wilayah, meliputi Brittany, Ile-de-France, Normandia, Nouvelle-Aquitaine, dan Pays de la Loire.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam rentang lima hari itu, angka kematian akibat semua penyebab (all-cause mortality) diperkirakan mencapai 13,9 persen di atas tingkat normal. Kenaikan tersebut berkontribusi terhadap sekitar 300 kematian berlebih.

Perkiraan tersebut dirilis tiga pekan setelah gelombang panas berakhir dan disusun berdasarkan data awal angka kematian akibat semua penyebab yang tersedia hingga 23 Juni. Otoritas menyebut angka itu masih berpotensi mengalami perubahan.

Menurut otoritas kesehatan, gelombang panas datang lebih cepat dari biasanya dengan intensitas tinggi sehingga sebagian besar masyarakat belum sempat beradaptasi terhadap suhu ekstrem. Kondisi itu terjadi ketika aktivitas di sekolah maupun tempat kerja masih berlangsung.

Mereka juga mengingatkan bahwa gelombang panas yang semakin sering dan semakin parah akibat perubahan iklim membawa dampak nyata serta terukur terhadap kesehatan masyarakat. (ant)
 

Kylian Mbappe dan Didier Deschamps

Mbappe Bongkar Alasan Peluk Deschamps usai Prancis Libas Swedia

Kylian Mbappe menjadi bintang kemenangan Timnas Prancis saat membungkam Swedia 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Namun, bukan hanya dua gol yang dicetaknya yang m

img_title

VIVA.co.id

1 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |