Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, BMKG Ungkap Sesar Aktif yang Patut Diwaspadai

6 hours ago 3

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:44 WIB

VIVA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dini hari ternyata dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust. BMKG mengungkap bahwa zona sesar tersebut masih memiliki potensi menghasilkan gempa dengan kekuatan lebih besar.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa yang terjadi pada pukul 04.58 WIB tersebut merupakan gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores," kata Wijayanto.

Berdasarkan pemutakhiran BMKG, pusat gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer. Episenternya terletak sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT.

Aktivitas sesar naik busur belakang Flores menjadi perhatian karena memiliki sejarah menghasilkan gempa kuat. BMKG menyebut kekuatan gempa yang terjadi kali ini belum menjadi batas maksimum potensi energi yang dapat dilepaskan dari zona tersebut.

"Gempa magnitudo 7,7 di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 - 7,9. Hari ini sudah rilis 7,7," ujar Wijayanto.

Catatan sejarah juga menunjukkan wilayah Flores pernah mengalami gempa besar. Pada 1992, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang kawasan tersebut dan menimbulkan kerusakan cukup parah.

"Dari sejarah yang ada, di tahun 1992 dengan magnitudo 7,5. Ini juga luar biasa kerusakannya waktu itu. Jadi, ini sudah lebih dari 30 tahun, terjadi lagi. Nanti akan terus kita monitor aktivitas gempa susulannya," kata Wijayanto.

Kekuatan gempa dan lokasinya yang berada di laut membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami tidak lama setelah gempa terjadi.

Peringatan pertama diterbitkan pada pukul 05.00 WIB, sekitar dua menit setelah gempa. Dalam pemutakhiran berikutnya, BMKG mencatat adanya perubahan tinggi muka air laut di sejumlah wilayah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa pengamatan menunjukkan kenaikan muka air laut, antara lain di Sikka sebesar 0,20 meter, Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, hingga Maurole- Ende yang mencapai 0,94 meter.

BMKG juga menetapkan sejumlah wilayah dalam status ancaman tsunami. Status siaga dengan potensi ketinggian 0,5 hingga 3 meter sempat berlaku di beberapa wilayah, termasuk bagian utara Manggarai, bagian utara Ngada, Ende, Flores Timur, dan Jeneponto.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, status waspada dengan potensi tsunami kurang dari 0,5 meter diberlakukan di sejumlah wilayah lainnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |