Jakarta, VIVA – Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, banyak masyarakat Indonesia mulai mengubah cara pandang mereka terhadap uang. Jika dulu pertumbuhan finansial menjadi tujuan utama, kini stabilitas justru menjadi prioritas—terutama di kalangan kelas menengah.
Temuan ini terungkap dalam survei yang dilakukan oleh FWD Group bersama Ipsos, yang menyoroti kondisi finansial, kekhawatiran, serta kesiapan masyarakat dalam menghadapi masa depan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hasilnya cukup mencerminkan realita sehari-hari. Sekitar dua pertiga responden mengaku merasa tertekan secara finansial—mulai dari khawatir hingga sekadar mampu memenuhi kebutuhan harian. Lonjakan biaya hidup, pendapatan yang tidak stabil, hingga mahalnya layanan kesehatan menjadi pemicu utama.
Dalam konteks lifestyle, kondisi ini membuat banyak orang mulai menjalani hidup dengan pendekatan yang lebih hati-hati. Bukan lagi soal “punya banyak”, tetapi bagaimana bisa tetap aman secara finansial di tengah ketidakpastian.
“Setiap generasi menghadapi tekanan dan memiliki prioritas finansial yang berbeda di setiap tahapan kehidupannya. Melalui FWD consumer outlook survey, kami ingin memahami kondisi, kebutuhan, dan kesenjangan perlindungan masyarakat kelas menengah secara lebih mendalam,” ujar Rudy F. Manik, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, saat Media Briefing FWD Consumer Outlook Survey, di Jakarta, Senin 13 April 2026.
Ia menambahkan bahwa tantangan finansial saat ini semakin kompleks, terutama karena harapan hidup yang lebih panjang tidak selalu diiringi kesiapan dana yang memadai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami melihat bahwa masyarakat Indonesia saat ini menghadapi tekanan finansial yang semakin kompleks. Sementara terdapat kecenderungan untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan, banyak individu yang belum sepenuhnya siap untuk menghadapi implikasi finansial dari usia hidup yang lebih panjang di tengah meningkatnya biaya kesehatan. Temuan ini menjadi hal yang penting untuk membantu industri dalam menghadirkan solusi yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan nasabah,” lanjutnya.
Menariknya, setiap generasi memiliki cara berbeda dalam menyikapi kondisi ini. Generasi Z cenderung fokus pada kemandirian finansial dengan cara yang praktis dan terjangkau. Sementara Generasi Y atau Milenial harus menghadapi tekanan sebagai “sandwich generation”—menanggung kebutuhan keluarga inti sekaligus orang tua. Di sisi lain, Generasi X lebih memikirkan kestabilan jangka panjang dan kesiapan masa pensiun.
Halaman Selanjutnya
Gaya hidup pun ikut berubah. Banyak orang kini lebih selektif dalam membelanjakan uang, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, hingga mulai mempertimbangkan perlindungan finansial sebagai bagian dari perencanaan hidup.

1 week ago
10



























