Geopolitik Dunia Tidak Stabil, Bos Freeport Fokus Kejar Target & Operasional Berkelanjutan

2 weeks ago 7

Jumat, 10 April 2026 - 15:15 WIB

Jakarta, VIVA – Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas mengatakan, pihaknya fokus menguatkan operasional tambang yang aman dan berkelanjutan, di tengah dinamika geopolitik dan harga minyak dunia imbas perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel.

“Iya, jadi kita tetap (fokus ke) kegiatan produksi kita. Kita upayakan (target 2026) bisa tercapai, tapi yang paling penting adalah dengan cara yang aman dan selamat dan berkelanjutan,” kata Tony saat ditemui di Jakarta, Jumat, 10 April 2026.

Freeport.

Photo :

  • Dokumentasi Freeport Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2024

Photo :

  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Khusus terkait kenaikan komoditas energi seperti BBM dunia, dia mengatakan perusahaan sudah mempersiapkan sejumlah langkah mitigasi yang berfokus pada kegiatan operasional di dalam negeri.

Dia menekankan, pihaknya senantiasa fokus selalu pada hal-hal yang bisa dikendalikan. Sebab, situasi geopolitik memang merupakan hal-hal yang tidak bisa dikendalikan oleh pihaknya.

"Jadi memang kita antisipasi, kita berusaha memitigasi, tapi kita lebih fokus kepada mengoperasikan tambang tersebut dengan produksi yang aman, selamat dan berkelanjutan. Ini fokus utama kita,” ujarnya.

“Ada harga yang naik ya memang kita enggak bisa menghindar dari itu. Dan tentu saja kita melakukan hal-hal untuk memitigasi, berusaha menekan serendah mungkin cost-nya karena ada kenaikan di sini,” kata Tony menambahkan.

Hal ini senada dengan tingkat produksi tambang setelah insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025, yang sudah mencapai sekitar 40-50 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia memastikan, Freeport Indonesia menargetkan operasional dapat kembali mendekati 100 persen pada akhir tahun 2026, dan mencapai kapasitas penuh produksinya pada awal kuartal tahun 2027.

“Dengan segala macam cara dan daya upaya yang kita lakukan untuk menuju ke situ (operasional aman). Apakah harga minyaknya naik, apakah harga emas turun, apakah harga tembaga naik atau turun. Bukan kita nggak peduli tapi kita fokusnya kepada produksi yang selamat, aman, berkelanjutan,” ujarnya. (Ant).

Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia.

Penguatan Pengawasan Lingkungan Ditegaskan Penting di Tengah Peningkatan Aktivitas Kawasan Industri

Komisi XII DPR RI  memastikan bahwa praktik industri berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan warga.

img_title

VIVA.co.id

10 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |