Googlebook vs Chromebook, Mana yang Sebenarnya Cocok untuk Kerja, Belajar, dan Aktivitas Harian?

4 hours ago 2

Selasa, 22 September 2026 - 18:04 WIB

VIVA – Googlebook resmi memasuki pasar laptop pada September 2026 dan langsung menarik perhatian karena namanya sangat mirip dengan Chromebook. Padahal, keduanya dirancang dengan pendekatan yang berbeda.

Bagi pengguna di Indonesia yang sedang mencari laptop untuk bekerja, belajar, atau sekadar menjalankan aktivitas harian, perbedaan tersebut penting dipahami sebelum menentukan pilihan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chromebook Lebih Sederhana untuk Aktivitas Berbasis Internet

Chromebook menggunakan ChromeOS dan sejak awal dirancang untuk aktivitas yang banyak mengandalkan browser serta layanan berbasis cloud. Perangkat ini dikenal memiliki pilihan harga yang luas, mulai dari sekitar 150 dolar AS hingga lebih dari 600 dolar AS di pasar Amerika.

Untuk pelajar, mahasiswa, atau pengguna yang membutuhkan laptop untuk mengetik dokumen, mengakses Google Drive, mengikuti kelas online, membuka email, menonton YouTube, dan menjelajah internet, Chromebook dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Kelebihan lainnya adalah pengoperasian yang relatif sederhana. Pengguna yang sebagian besar pekerjaannya berlangsung melalui browser tidak harus memiliki laptop dengan spesifikasi tinggi.

Tom’s Guide juga mencatat bahwa Chromebook masih relevan bagi pengguna yang mengandalkan aplikasi Google dan memiliki koneksi internet yang memadai.

Googlebook Dibuat untuk Pengguna yang Membutuhkan Lebih Banyak Fitur

Googlebook berada di kelas berbeda. Google menyebutnya sebagai kategori laptop baru yang menggabungkan teknologi Android dengan fondasi desktop dari ChromeOS.

Perangkat ini dirancang khusus untuk Gemini Intelligence dan terintegrasi dengan ponsel Android. Pre-order Googlebook dimulai 21 September 2026 dengan harga mulai 899 dolar AS. Lima model awal dibuat bersama Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo.

Dari sisi perangkat keras, Googlebook menggunakan material premium seperti aluminium, magnesium alloy, dan carbon fiber. Beberapa model juga menawarkan layar OLED, layar sentuh, serta prosesor modern dari Intel, Qualcomm, dan MediaTek.

Untuk Kerja, Googlebook Punya Integrasi Lebih Lengkap

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu pembeda Googlebook adalah kemampuannya bekerja bersama smartphone Android.

Fitur seperti Continue On memungkinkan pengguna melanjutkan aktivitas tertentu dari ponsel ke laptop. Ada pula kemampuan mengakses file dari ponsel dan menjalankan aplikasi Android melalui layar laptop.

Halaman Selanjutnya

Fitur tersebut dapat berguna bagi pekerja yang sering berpindah antara HP dan laptop. Misalnya, seseorang bisa memulai pekerjaan dari ponsel kemudian melanjutkannya ketika sudah berada di depan laptop.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |