Purwakarta, VIVA – Makin banyak merek otomotif asal China yang masuk ke Indonesia tidak hanya membawa persaingan baru di pasar kendaraan. Sejumlah merek juga mulai mencari mitra manufaktur lokal untuk merakit produknya di Tanah Air.
Salah satu perusahaan yang ikut menikmati peluang tersebut adalah PT Handal Indonesia Motor. Perusahaan ini menangani aktivitas perakitan sejumlah merek dan kini melihat permintaan terhadap fasilitas manufaktur lokal terus berkembang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Presiden Direktur PT Handal Indonesia Motor, Denny Siregar, mengatakan ada sejumlah alasan yang membuat prinsipal tertarik bekerja sama dengan Handal. Salah satunya memang berkaitan dengan harga produksi, tetapi bukan menjadi satu-satunya pertimbangan.
Menurut Denny, posisi Handal yang independen justru menjadi salah satu daya tarik bagi prinsipal. Perusahaan tidak berstatus sebagai distributor sekaligus tidak memegang merek kendaraan tertentu.
“Selain harga ada faktor lain yang dilihat. Selain harga tadi ada independensi. Alhamdulillah mungkin ada kualitas juga yang bisa dilihat,” ujar Denny belum lama ini.
Denny menjelaskan, Handal memang sejak awal memilih untuk tidak memiliki kepentingan langsung terhadap merek yang diproduksinya. Perusahaan lebih memosisikan diri sebagai mitra manufaktur yang menangani proses perakitan kendaraan.
“Kami independen. Kami tidak pegang brand, tidak distributor. Memang itu strategic initiative kami, untuk tidak pegang brand. Kita hanya jahit-jahit saja,” katanya.
Model tersebut membuat Handal memiliki fleksibilitas untuk bekerja dengan lebih dari satu prinsipal. Di sisi lain, produsen kendaraan juga tidak perlu khawatir dengan adanya kepentingan Handal terhadap merek lain ketika menggunakan fasilitas produksinya.
Menurut Denny, faktor jaringan di industri otomotif China juga turut membuka peluang kerja sama. Perpindahan tenaga kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain membuat informasi mengenai kemampuan manufaktur Handal ikut menyebar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Karena di China juga karyawan pindah ke merek sana dan lain-lain. Itu yang membuat mereka mungkin akhirnya bicara ke kita,” tuturnya.
Perjalanan Handal dalam mencari tambahan prinsipal sendiri sudah dimulai sejak 2017. Saat itu perusahaan mulai mencari merek yang dapat memanfaatkan fasilitas produksi yang dimiliki.
Halaman Selanjutnya
Langkah tersebut kemudian berlanjut hingga periode setelah pandemi Covid-19. Handal mulai menjalin kerja sama dengan sejumlah merek dan secara bertahap meningkatkan pemanfaatan fasilitas produksinya.

7 hours ago
3


















