Harga Minyak Mentah Meroket, Bahlil Tegaskan Pertalite Tak Naik hingga Akhir Tahun

10 hours ago 1

Rabu, 20 Mei 2026 - 00:11 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, meskipun harga minyak mentah Indonesia naik disertai nilai tukar rupiah yang melemah.

“Tidak akan naik. Insyaallah, ya, doanya, tidak akan kita naikkan (harga BBM subsidi),” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahlil menyampaikan, meskipun rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel, harga BBM bersubsidi tetap aman.

Ia merujuk kepada rata-rata harga minyak mentah Indonesia dari Januari 2026 yang belum menyentuh batas 100 dolar AS per barel.

“Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80–81 dolar AS dari bulan Januari sampai sekarang. Jadi, belum sampai 100 dolar AS,” kata Bahlil.

Oleh karena itu, Bahlil kembali menekankan bahwa harga BBM bersubsidi masih aman hingga akhir tahun 2026.

“Insyaallah sampai akhir tahun,” ucapnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel.

Harga tersebut melonjak 15,05 dolar AS dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 102,26 dolar AS per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan peningkatan harga minyak mentah pada April 2026 dipengaruhi oleh berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia, terutama terkait kondisi di Timur Tengah dan Selat Hormuz.

Selain faktor geopolitik, pertumbuhan ekonomi China pada triwulan I 2026 yang mencapai 5 persen secara tahunan turut memberikan sentimen positif terhadap permintaan minyak dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Laode menambahkan, meskipun harga minyak dunia masih berpotensi mengalami tekanan akibat kondisi geopolitik global, terdapat beberapa faktor yang dapat menahan kenaikan harga.

Faktor itu di antaranya proyeksi penurunan permintaan minyak global pada triwulan II 2026 yang diperkirakan sebesar 5 juta barel per hari secara tahunan (year on year) dan potensi terbukanya kembali jalur diplomasi damai antara Iran dan Amerika Serikat. (Ant)

Ilustrasi BBM

BPH Migas Sebut Stok BBM Nasional Aman: Pertalite 16 Hari, Pertamax 27 Hari

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dalam rapat bersama Komisi XII DPR menyatakan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam level aman.

img_title

VIVA.co.id

20 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |