Jakarta, VIVA – Harga plastik di pasaran masih mengalami kenaikan dari sebelumnya di kisaran Rp10.000 per pack menjadi Rp15.000. Kenaikan terjadi karena adanya perang Iran vs Israel-Amerika Serikat (AS).
Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa harga plastik di pasar bukan menjadi kewenangan pemerintah provinsi (Pemprov).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Jadi harga plastik ini memang naik, dan harga plastik ini terus terang ketentuan ketentuannya bukan di Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu 12 Maret 2026.
Di sisi lain, dia menilai bahwa masyarakat harus bisa melakukan inovasi dalam menghadapi kenaikan harga plastik. Terlebih, kata Pramono, pemakaian plastik juga harus dikurangi demi lingkungan.
“Tetapi tentunya kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini kan pelan-pelan harus dikurangi, harus ada substitusinya,” jelasnya.
Menurut dia, masyarakat dapat kembali ke cara-cara tradisional seperti memanfaatkan daun pisang untuk bungkus makanan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka untuk itu ya kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai bungkus daun pisang dan sebagainya,” ungkap Pramono.
tvOnenews/Syifa Aulia
Harga Plastik Meroket, Industri Didorong Bangun Ketahanan Hadapi Tekanan Global
Meroketnya harga plastik di pasaran dalam beberapa waktu terakhir menjadi sinyal yang sangat kuat atas tekanan terhadap rantai pasok global bahan baku.
VIVA.co.id
11 April 2026

2 weeks ago
17



























