VIVA – Malam perpisahan Mohamed Salah di Anfield bukan sekadar momen meluapkan emosi saja, akan tetapi penciptaan sejarah. Dalam laga terakhirnya membela Liverpool kontra Brentford di pekan pamungkas Premier League, sang "Raja Mesir" resmi melampaui rekor Steven Gerrard sebagai pemberi assist terbanyak klub sepanjang era liga primer.
Suasana haru sudah menyelimuti Anfield sejak awal laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut. Menjawab ekspektasi suporter, Salah tampil mendominasi. Ia menjadi kunci pembuka gol The Reds pada menit ke-21. Mendapat umpan diagonal dari Ryan Gravenberch di sisi kanan, Salah melepaskan umpan silang melengkung menggunakan luar kaki kiri. Bola mendarat tepat di kaki Curtis Jones yang dengan mudah menjebol gawang Brentford.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gol tersebut langsung membuat stadion bergemuruh. Pasalnya, assist itu menjadi sebuah catatan historis. Tambahan satu assist tersebut mengantongi Salah pada angka 93 assist untuk Liverpool di Premier League, melampaui rekor 92 assist milik legenda klub, Steven Gerrard.
Steven Gerrard di Final Liga Champions 2005
Secara keseluruhan, Salah telah mengumpulkan 94 assist di Premier League, termasuk satu assist saat masih membela Chelsea. Angka tersebut menyamakan pencapaian legenda Arsenal, Dennis Bergkamp, dalam daftar assist terbanyak sepanjang sejarah liga.
Meski Liverpool akhirnya dibuat kecolongan lewat gol balasan Kevin Schade, sorotan tetap tertuju pada penampilan Salah. Pemain berusia 33 tahun itu nyaris menutup kariernya di Anfield dengan gol andaikan tendangan bebasnya di babak pertama tidak menghantam tiang gawang.
Puncak keharuan malam itu terjadi pada menit ke-74. Pelatih Arne Slot memutuskan menarik keluar Salah. Begitu papan pergantian pemain menunjukkan nomor punggung 11, seluruh penonton Anfield berdiri memberikan tepuk tangan panjang atau standing ovation.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Suasana semakin haru ketika rekan-rekan setimnya spontan membentuk barisan penghormatan di pinggir lapangan sebagai bentuk respek kepada pemain yang telah menjadi simbol kejayaan klub selama bertahun-tahun. Sebelum meninggalkan lapangan, Salah sempat berlutut dan mencium rumput Anfield untuk terakhir kalinya. Ia kemudian berjalan perlahan sambil menerima pelukan dari Arne Slot di tengah riuh sorak ribuan suporter.
Perpisahan itu menutup sebuah era dengan penuh kebanggaan dan air mata, sekaligus meninggalkan jejak rekor yang berat untuk disamai. Bagi publik Anfield, Mohamed Salah bukan sekadar legenda, melainkan ikon yang telah mengubah fase klub lewat deretan gol, assist, trofi, dan loyalitas yang akan terus dikenang.
Kisah Legendaris: Mukjizat Istanbul 2005, Malam Liverpool Bangkit dari Kematian dan Mengguncang Dunia
final Liga Champions 2005 di Istanbul, ketika Liverpool menciptakan keajaiban paling mustahil dalam sejarah kompetisi dengan bangkit dari ketertinggalan tiga gol untuk me
VIVA.co.id
26 Mei 2026

2 weeks ago
11














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)