Heboh Driver Ojol Dihantam Besi Hingga Luka di Jakbar, Pelakunya Anggota Denma Mabes TNI

4 weeks ago 7

Senin, 9 Februari 2026 - 14:47 WIB

Jakarta, VIVA – Aksi kekerasan yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, menghebohkan jagat media sosial (medsos).

Korban dilaporkan mengalami luka di kepala setelah diduga dianiaya menggunakan besi oleh seseorang. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis dini hari, 5 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Video dan narasi kejadian itu kemudian viral, memicu beragam reaksi publik. Dalam unggahan yang beredar, penganiayaan dipicu kesalahpahaman terkait tujuan pengantaran seorang penumpang perempuan ke lokasi terduga pelaku.

Korban disebut dipukul menggunakan benda keras hingga mengalami luka di bagian pelipis mata. Kondisi itu membuat kasus ini langsung menjadi perhatian aparat kepolisian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengatakan, laporan telah diterima Polsek Kembangan dan kini masih ditangani penyidik.

"Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat," ujarnya, Senin, 9 Februari 2026.

Budi menegaskan, proses penanganan perkara masih berjalan. Polisi juga masih mendalami berbagai informasi yang berkembang, termasuk identitas terduga pelaku.

"Penanganan perkaranya saat ini masih terus berlangsung. Terkait informasi terduga pelaku, hal itu masih didalami dalam proses penyelidikan," kata dia.

Di sisi lain, unggahan viral di media sosial sempat menyebut pelaku penganiayaan merupakan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Namun, klaim tersebut langsung dibantah pihak Paspampres.

Asisten Intelijen Komandan Paspampres (Asintel Danpaspampres), Kolonel Infanteri Mulyo Junaidi, memastikan terduga pelaku bukan berasal dari kesatuan tersebut.

"Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres, tapi dia anggota Mabes TNI, Denma," tutur Junaidi.

Ia menjelaskan, setelah isu tersebut mencuat, pihaknya segera melakukan pengecekan dan klarifikasi internal. Penanganan perkara pun dipastikan berada di bawah kewenangan Mabes TNI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sudah kami klarifikasi, (terduga pelaku) Kapten Cpm Antoni Anggota Denma Mabes," ujarnya.

Hingga kini, kasus dugaan penganiayaan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Aparat berwenang memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Polisi periksa pelaku penganiayaan seorang guru MI di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur

Tak Terima Anaknya Ditegur, Guru Madrasah di Sampang Dianiaya Orangtua Murid

Kasus penganiayaan terhadap seorang guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, akhirnya berujung penangkapan oleh Polres Sampang.

img_title

VIVA.co.id

9 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |