Heboh Partai Kecoa di India, Ada Apa di Baliknya?

3 weeks ago 8

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:00 WIB

VIVA –Sebuah partai politik parodi dengan simbol kecoa medadak viral di media sosial India. Melalui meme dan video pendek bernada satir, kelompok tersebut menyindir korupsi, pengangguran hingga carut marut politik tersebut.

Partai politik ini diketahui hanya produk parodi di Internet setelah seorang hakim tinggi di India membandingkan anak muda pengangguran dengan kecoa. Namun kini, jutaan anak muda India justru ramai ingin bergabung karena Gerakan tersebut menjadi tempat mereka meluapkan kekesalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saking populernya, Cockroach Janta Party (CJP) yang baru membuat situs resmi dan medoa sosialnya pada Sabtu ini langsung dibanjiri pengikut di Instragram mereka. Situs web dan akun media sosial CJP ini langsung mendadak memiliki lebih dari 15 juta pada Kamis lalu. Angka ini jauh melampaui akun

Melansir laman The Guardian, Jumat 22 Mei 2026, Partai Bharatiya Janata (BJP) milik Perdana Menteri India Narendra Modi yang memiliki sekitar 8,8 juta pengikut.

“Semua ini sebenarnya tidak direncanakan,” kata pendiri CJP, Abhijeet Dipke.

Menurut Dipke, melejitnya gerakan ini mencerminkan besarnya frustrasi generasi muda India.

“Anak muda benar-benar frustrasi. Mereka tidak punya tempat untuk menyalurkan keresahan mereka. Mereka sangat marah kepada pemerintah,” ujarnya.

CJP muncul setelah pernyataan Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant, memicu kemarahan publik. Banyak anak muda tersinggung karena komentar itu muncul di tengah tingginya pengangguran, mahalnya biaya hidup, dan kebocoran soal ujian pemerintah yang mengacaukan proses rekrutmen kerja.

Dalam sidang pekan lalu, Surya Kant mengkritik pihak-pihak yang disebutnya “parasit” karena menyerang institusi negara. Ia lalu membandingkan sebagian anak muda pengangguran dan aktivis dengan kecoak.

“Ada anak muda seperti kecoak yang tidak mendapatkan pekerjaan atau tempat dalam profesi tertentu,” kata Kant.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyebut sebagian dari mereka akhirnya menjadi aktivis media sosial, jurnalis, atau terlibat dalam kampanye publik lalu menyerang semua pihak.

Komentar itu langsung menyebar luas di internet dan dianggap merendahkan generasi muda. Surya Kant kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataannya ditujukan kepada orang-orang dengan ijazah palsu dan bukan untuk menghina anak muda India.

Halaman Selanjutnya

Mengenal CJP

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |