Hizbullah Siap Patuhi Gencatan Senjata jika Israel Berhenti Menyerang Lebanon

1 week ago 5

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:22 WIB

Beirut, VIVA – Gerakan Hizbullah Lebanon siap mematuhi gencatan senjata jika Israel berhenti menyerang seluruh wilayah Lebanon, demikian pernyataan Mahmoud Qamati, anggota pimpinan politik kelompok Syiah tersebut pada Selasa.

"Kami telah memberi tahu semua pihak terkait bahwa kami telah membatalkan formula pertukaran antara wilayah pinggiran selatan Beirut dengan permukiman utara [Israel]," kata Qamati kepada stasiun penyiaran Al-Araby yang berbasis di Qatar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Qamaty melanjutkan bahwa pihaknya telah menyepakati gencatan senjata yang nyata serta komprehensif, dan siap berkomitmen terhadap hal itu.

Dia juga menyatakan Hizbullah menolak "garis kuning" di Lebanon selatan demi membebaskan seluruh wilayahnya. Ia pun bersumpah menyerang target lebih dalam di Israel jika musuh terus melanjutkan agresi dan membombardir pinggiran Beirut.

Pada Senin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap target Hizbullah di pinggiran kota Beirut, yang disebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata Washington dan Teheran oleh Kementerian Luar Negeri Iran.

Di hari yang sama, setelah pembicaraan dengan Netanyahu dan para pejabat Hizbullah, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa gerakan Lebanon dan Israel telah menyetujui gencatan senjata. Namun, tentara Israel terus melakukan serangan di kota-kota di Lebanon selatan sehari setelahnya. (Ant)

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Di Balik Manuver AS Redam Hizbullah dan Israel, Bisakah Perang Kawasan Dihindari?

Presiden Donald Trump mengungkap bahwa Israel dan Hizbullah sepakat untuk menghentikan serangan setelah berlangsungnya pembicaraan tidak langsung melalui perantara

img_title

VIVA.co.id

3 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |