IDI Soroti Kematian dr Icha Diduga Akibat Intimidasi Oknum DPRD: Dokter itu Manusia, Bisa Depresi Juga

2 weeks ago 4

Senin, 29 Juni 2026 - 23:12 WIB

VIVA – Kematian seorang dokter bernama dr Eliza Princila Utami Pakaenomi atau dr Icha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sorotan publik.

Dokter Icha tewas bunuh diri akibat diduga mendapatkan intimidasi dari tiga orang oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat menangani pasien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ikatan Dokter Indonesia menyoroti kasus meninggalnya dr Icha yang diduga tewas akibat mendapatkan Intimidasi dari keluarga pasien.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto mengungkapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya dr Icha.

Pihaknya mengecam keras atas adanya tindak intimidasi terhadap dokter, khususnya yang dialami dr Icha.

Untuk itu, IDI bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan melakukan investigasi untuk mengusut tuntas kasus ini.

“Hari ini Ikatan Dokter Indonesia bersama Kementerian Kesehatan melakukan investigasi. Apakah memang terjadi intimidasi. Jika memang betul terjadi intimidasi kami betul-betul mengutuk apalagi seorang anggota DPRD yang terhormat bisa masuk ke UGD dan bisa memaki-maki atau mengintimidasi dokter,” ungkap Slamet Budiarto pada program acara Kabar Petang, tvOne.

“Dokter itu kan manusia, bisa depresi juga, bisa takut juga. Sehingga yang bersangkutan meninggal dunia akibat bunuh diri. Ini yang sangat kita prihatinkan dan sekali lagi kami mengutuk keras kejadian ini,” sambungnya.

dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha

Photo :

  • Instagram Kemenkes

Meski begitu, kasus yang dialami dr Icha sangat sering terjadi, baik dilakukan oleh pejabat maupun pasien.

Alasan inilah yang mendorong IDI untuk mengawal ketat kasus kematian dr Icha.

Mereka mendesak Kementerian Kesehatan agar mengusut tuntas insiden tersebut sekaligus menerbitkan regulasi baru demi menjamin keselamatan dokter.

“Saya kira Kementerian Kesehatan harus membuat aturan yang betul-betul rigid khususnya untuk Unit Gawat Darurat (UGD) maupun ruang-ruang perawatan yang saat itu sedang dilakukan pemeriksaan oleh seorang dokter,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Slamet, seorang dokter khususnya yang berjaga di UGD seperti dr Icha memiliki SOP dan hati nurani untuk menyelamatkan pasien.

Namun, jika seorang dokter mendapat intervensi dari keluarga bisa berakibat stres pada dirinya sehingga akan mempengaruhi kinerjanya menjadi kurang maksimal.

Halaman Selanjutnya

Bentuk Intimidasi yang Dialami dr Icha

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |