Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I pada Senin, 29 Juni 2026, di zona merah. Indeks ditutup melemah 0,97 persen ke level 5.838 setelah mengalami tekanan sepanjang jalannya perdagangan.
Sejak pembukaan pasar, IHSG bergerak dalam tren penurunan hingga sempat menyentuh level terendah di 5.834. Sementara level tertinggi yang dicapai selama sesi pertama berada di posisi 5.942.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelemahan indeks dipicu oleh tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor keuangan, infrastruktur, dan barang baku.
BBHI, ESSA dan PGAS Menjadi Pemberat IHSG
Beberapa saham menjadi kontributor utama yang menekan laju IHSG pada sesi pertama perdagangan.
Di sektor keuangan, saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mencatat penurunan paling dalam dengan pelemahan 5,91 persen. Tekanan juga datang dari saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang turun 4,22 persen serta PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) yang melemah 2,61 persen.
Sementara itu, dari kelompok saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menjadi salah satu pemberat utama setelah anjlok 6,45 persen.
Selain ESSA, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 3,42 persen dan PT XLSmart Tbk (EXCL) terkoreksi 2,82 persen sehingga ikut menyeret indeks ke zona negatif.
Saham PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) juga menjadi salah satu emiten yang memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG pada perdagangan sesi pertama.
Nilai Transaksi Tembus Rp4 Triliun
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham hingga penutupan sesi I mencapai Rp4,02 triliun.
Sebanyak 7,51 miliar lembar saham diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai sekitar 683 ribu kali.
Data tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan tetap cukup tinggi meski mayoritas pelaku pasar melakukan aksi jual sehingga indeks bergerak melemah.
Sektor Keuangan Jadi Penekan Terbesar
Tekanan paling besar terhadap IHSG berasal dari sektor keuangan yang terkoreksi hingga 1,58 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain sektor keuangan, pelemahan juga terjadi pada:
- Sektor infrastruktur turun 1,23 persen.
- Sektor barang baku melemah 0,86 persen.
- Sektor konsumen non-primer terkoreksi 0,36 persen.
- Sektor energi turun 0,18 persen.
Halaman Selanjutnya
Pada sektor infrastruktur, pelemahan dipimpin oleh saham PT First Media Tbk (KBLV) yang merosot 10,6 persen.

2 weeks ago
6











