IHSG Anjlok Balik ke Level 5.000-an, Pengamat: Investor Cari Aset Lebih Aman

1 week ago 15

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:39 WIB

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok signifikan pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Di awal sesi II perdagangan atau sekitar pukul 13.30 WIB, IHSG sudah anjlok 335 poin atau 5,41 persen dan kembali ke level 5.860.

Pengamat pasar modal Elandry Pratama menjelaskan, pelemahan IHSG akibat investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, dan mengalihkan dananya ke aset yang lebih aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu menurutnya merupakan respons investor terhadap adanya kombinasi sentimen, baik dari tingkat domestik maupun global.

"Tekanan terjadi cukup merata, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot dominan terhadap indeks, sehingga penurunannya berdampak signifikan terhadap IHSG," kata Elandry di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

IHSG Ditutup Melemah

Photo :

  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Dia menjelaskan, sentimen dari dalam negeri berasal dari pelemahan kurs rupiah yang mendekati level Rp 18.000 per dolar AS. Hal itu turut menekan sentimen pasar saham, karena meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas makro dan potensi capital outflow (dana asing keluar).

"Selain itu, tekanan teknikal akibat penembusan level support juga mempercepat aksi jual di pasar," ujar Elandry.

Dari mancanegara, Dia menjelaskan bahwa pelaku pasar merespons meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, dan sentimen risk-off yang mendorong perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman.

Menurutnya, saat ini investor asing cenderung berada dalam mode wait and see, yaitu fokus utama mereka adalah stabilitas nilai tukar rupiah, arah suku bunga global, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selama volatilitas rupiah masih tinggi, ia menjelaskan bahwa foreign flow (arus dana asing) berpotensi tetap akan berhati-hati.

"Namun sejauh ini, saya melihat lebih banyak aksi pengurangan risiko jangka pendek dibanding perubahan pandangan fundamental terhadap pasar Indonesia secara keseluruhan," ujar Elandry.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait proyeksi ke depan, Elandry memproyeksi bahwa dalam jangka pendek IHSG masih berpotensi bergerak volatil, karena sentimen global dan pergerakan kurs rupiah masih menjadi faktor dominan. Namun setelah koreksi yang cukup dalam, peluang technical rebound tetap terbuka apabila tekanan jual mulai mereda dan arus dana asing menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

"Investor sebaiknya fokus pada saham dengan fundamental kuat dan menjaga manajemen risiko di tengah kondisi pasar yang masih sensitif terhadap sentimen eksternal," ujarnya. (Ant).

Rupiah melemah terhadap dolar AS.

Rupiah Makin Anjlok ke Rp 17.958 Per Dolar AS, BI Akhirnya Buka Suara

Hingga pukul 13.52 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.958 per dolar AS, melemah 119 poin atau 0,67 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.839 per dolar As.

img_title

VIVA.co.id

3 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |