IHSG Ditutup Menguat 1,1 Persen ke Level 6.108, Saham Bank Besar dan AMMN Jadi Penggerak Utama

3 hours ago 1

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:01 WIB

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau pada Kamis, 16 Juli 2026. Meski sempat bergerak di area negatif pada awal sesi akibat tekanan dari saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), indeks akhirnya ditutup menguat berkat dorongan sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 66,24 poin atau 1,1 persen ke level 6.108,21.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penguatan tersebut menunjukkan sentimen positif kembali mendominasi pasar setelah indeks sempat berfluktuasi sepanjang perdagangan.

Ratusan Saham Menguat

Pergerakan IHSG ditopang mayoritas saham yang berakhir di zona hijau.

Tercatat sebanyak:

  • 385 saham menguat
  • 254 saham melemah
  • 326 saham bergerak stagnan

Sementara itu, aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan total nilai transaksi mencapai Rp13,22 triliun.

Transaksi tersebut melibatkan 26,23 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,27 juta kali transaksi.

Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan mencapai Rp10.659 triliun.

AMMN, BMRI, ASII dan BBRI Topang IHSG

Sejak awal perdagangan, penguatan IHSG terutama didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Beberapa emiten yang menjadi motor penggerak indeks antara lain:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN)
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)
  • PT Astra International Tbk. (ASII)
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)

Kinerja saham-saham tersebut membantu menjaga laju IHSG tetap berada di jalur positif hingga penutupan perdagangan.

Kontribusi saham sektor perbankan dan pertambangan menjadi penopang utama di tengah masih adanya tekanan jual pada sejumlah emiten lain.

DCII Sempat Tarik IHSG ke Zona Merah

Di sisi lain, pergerakan IHSG sempat tertahan oleh pelemahan saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII).

Meski nilai transaksi saham tersebut relatif kecil, penurunan harga DCII sempat memangkas sekitar 15 poin terhadap IHSG sehingga menjadi kontributor negatif terbesar sepanjang perdagangan.

Bahkan dalam sekitar 30 menit pertama perdagangan, pelemahan DCII sempat membawa IHSG masuk ke zona merah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada sesi perdagangan, saham DCII sempat turun hingga ke level 183.900, atau melemah sekitar 7,4 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Namun, menjelang akhir perdagangan tekanan tersebut mulai mereda. Saham DCII berhasil memangkas pelemahan menjadi sekitar 0,44 persen, sehingga beban terhadap pergerakan IHSG ikut berkurang dan indeks kembali menguat hingga penutupan.

Halaman Selanjutnya

Investor Asing Masih Lakukan Net Sell di Pasar Reguler

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |