Jakarta, VIVA – IHSG dibuka memerah 84 poin atau 1,32 persen di level 6.286 pada pembukaan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"IHSG berpotensi short term teknikal rebound ke 6.450, tapi untuk sell on high karena masih berpotensi lanjut koreksi," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 20 Mei 2026.
Ilustrasi IHSG.
Photo :
- VIVA/Muhamad Solihin
Dia mengatakan, Bursa saham Asia bervariasi pada perdagangan Selasa kemarin, sementara pasar obligasi mulai rebound setelah aksi jual tajam sebelumnya.
Sentimen pasar membaik setelah Presiden AS, Donald Trump, menunda rencana serangan terhadap Iran dan menyatakan peluang tercapainya kesepakatan nuklir dengan Teheran cukup besar, sehingga mendorong harga minyak turun.
Trump pada Senin, 18 Mei 2026 mengatakan, pihaknya menunda serangan terhadap Iran untuk memberi ruang negosiasi mengakhiri konflik di Timur Tengah, setelah Teheran mengirim proposal perdamaian baru ke Washington.
Trump juga menyebut terdapat “peluang sangat besar” bagi AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan yang mencegah Teheran memiliki senjata nuklir. Meski demikian, investor masih cenderung berhati-hati setelah pasar sebelumnya diguncang serangan drone di Uni Emirat Arab pada akhir pekan lalu.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,44 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,48 persen, CSI 300 China naik 0,40 persen, Taiex Taiwan melemah 1,75 persen, ASX 200 Australia melesat 1,17 persen, dan Kospi Korea Selatan merosot 3,25 persen.
"Support IHSG berada di level 6.200-6.300 sementara resist IHSG di rentang 6.400-6.450," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street kembali turun pada perdagangan Selasa kemarin, seiring lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan rally pasar saham global.
Indeks S&P 500 turun 0,67 persen, Nasdaq Composite terkoreksi 0,84 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,65 persen. Di sementara itu, pelaku pasar juga mencermati pergantian kepemimpinan The Fed menjelang pelantikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada Jumat mendatang.
Bursa Asia Rontok, Trump Ancam Serang Iran dan Yield Obligasi AS Tinggi Tekan Indeks Global
Bursa Asia-Pasifik melemah dipicu lonjakan yield obligasi AS dan memanasnya konflik AS-Iran. Nikkei, Kospi hingga Wall Street kompak ditutup di zona merah.
VIVA.co.id
20 Mei 2026

3 weeks ago
9














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)