IHSG Terjun 1,48% ke 6.405, Tekanan Jual Hantam Seluruh Sektor Bursa

3 hours ago 1

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, dengan penurunan tajam. IHSG anjlok 95,982 poin atau 1,48 persen ke level 6.405,685.

Pelemahan tersebut terjadi setelah IHSG sempat bergerak di zona positif pada awal perdagangan. Namun, tekanan jual yang semakin kuat membuat indeks berbalik arah hingga akhirnya ditutup di level terendah perdagangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 6.507,142. Indeks sempat naik hingga menyentuh level tertinggi 6.532,171 sebelum tekanan jual membawa IHSG turun hingga 6.405,685.

Dengan demikian, level terendah yang dicapai IHSG sekaligus menjadi posisi penutupan perdagangan hari ini.

583 Saham Melemah

Tekanan jual terlihat dari mayoritas saham yang diperdagangkan sepanjang sesi perdagangan.

Dari keseluruhan saham yang berpindah tangan, sebanyak 583 saham melemah, sedangkan 118 saham menguat dan 89 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Aktivitas transaksi juga cukup tinggi. Volume perdagangan saham mencapai 42,085 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp18,086 triliun.

Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,515 juta kali.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada akhir perdagangan Rabu mencapai Rp11.253,987 triliun.

Semua Sektor Bursa Berakhir di Zona Merah

Pelemahan IHSG terjadi secara merata karena seluruh 11 sektor saham tercatat berada di zona merah.

Sektor transportasi dan logistik menjadi sektor dengan penurunan paling dalam, yakni 4,15 persen. Tekanan berikutnya datang dari sektor properti dan real estat yang melemah 2,71 persen.

Sektor energi juga terkoreksi cukup dalam dengan penurunan 2,61 persen.

Berikut pergerakan sektor saham pada perdagangan Rabu:

  • Transportasi dan logistik turun 4,15 persen.
  • Properti dan real estat turun 2,71 persen.
  • Energi turun 2,61 persen.
  • Barang konsumen siklikal turun 2,42 persen.
  • Industri turun 2,36 persen.
  • Infrastruktur turun 2,26 persen.
  • Teknologi turun 1,77 persen.
  • Barang baku turun 1,49 persen.
  • Barang konsumen primer turun 1,47 persen.
  • Keuangan turun 1,03 persen.
  • Kesehatan turun 0,73 persen.

Sektor kesehatan menjadi sektor dengan pelemahan paling terbatas dibandingkan sektor lainnya. Meski demikian, sektor tersebut tetap tidak mampu keluar dari zona merah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks Saham Utama Ikut Tertekan

Tekanan jual juga terlihat pada sejumlah indeks saham utama di Bursa Efek Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Indeks LQ45 turun 1,46 persen, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 1,66 persen.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |