Imbas Kena Tipu, Menantea Milik Jerome Polin Tutup Permanen 25 April 2026

1 week ago 11

Senin, 13 April 2026 - 13:27 WIB

Jakarta, VIVA – Kisah pahit harus diterima oleh Jerome Polin di balik perjalanan bisnis minuman yang pernah viral di kalangan anak muda. Setelah lima tahun berjalan, brand Menantea yang ia bangun bersama sang kakak, Jehian Polin, dipastikan akan tutup permanen mulai 25 April 2026 mendatang.

Penutupan ini bukan tanpa alasan. Di balik kesuksesan yang terlihat di permukaan, tersimpan masalah serius yang berujung pada kerugian fantastis hingga puluhan miliar rupiah. Scroll untuk tahu info lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya, Jerome menggandeng seorang sosok berpengalaman di industri F&B untuk mengembangkan Menantea sejak 2021. Dalam kerja sama tersebut, Jerome berfokus pada konten dan promosi, sementara operasional serta keuangan sepenuhnya dipercayakan kepada partner tersebut.

"Jerome ketipu bandit franchise 38 miliar. Jadi, Jerome Polin pernah kerjasama dengan sesepuh bisnis fnb buat bikin brand Menantea, Jerome fokus di konten, si partner pegang operasional dan keuangan," tulis akun X @Makaryo0 yang kemudian dibenarkan Jerome Polin, dikutip Senin 13 April 2026. 

Selama kerja sama berlangsung, laporan keuangan rutin diberikan dalam bentuk spreadsheet. Dari data tersebut, bisnis terlihat terus mencetak keuntungan. Tanpa rasa curiga, Jerome mengandalkan laporan itu tanpa pernah mengecek langsung mutasi rekening perusahaan.

"Si partner rutin kasih laporan keuangan dalam bentuk excel, dari data itu kondisi keuangan Menantea kelihatan profitable, Jerome ga pernah beneran cek mutasi bank, dia percaya sama data di excel," lanjutnya.

Masalah mulai terungkap pada 2023, ketika partner tersebut tiba-tiba mengabarkan bahwa kondisi keuangan perusahaan memburuk drastis hingga saldo disebut-sebut telah habis. Situasi ini terasa janggal, mengingat Menantea saat itu tengah berkembang pesat dengan banyak cabang dan penjualan yang ramai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kecurigaan tersebut akhirnya terbukti. Dana dari penjualan franchise serta keuntungan operasional diduga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum yang dipercaya mengelola keuangan.

"Ternyata uang dari pembeli hak franchise dan keuntungan Menantea dipake oknum itu buat kepentingan pribadi, total 38 miliar dana dari rekening Perusahaan dipindahkan ke rekening pribadi oknum sejak Menantea berdiri," beber akun tersebut.

Halaman Selanjutnya

Jerome pun melakukan audit internal yang mengungkap besarnya kerugian. Ia dan sang kakak bahkan harus merogoh kocek pribadi hingga miliaran rupiah demi menjaga operasional tetap berjalan, termasuk membayar gaji karyawan dan menutup berbagai biaya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |