Jakarta, VIVA – Indonesia diprediksi menjadi negara dengan pertumbuhan jumlah orang super kaya atau Ultra-High-Net-Worth Individual (UHNWI) paling pesat di dunia dalam beberapa tahun ke depan. Prediksi tersebut tercantum dalam The Wealth Report 2026 yang dirilis Knight Frank, sebuah laporan tahunan yang memetakan tren kekayaan global dan pasar properti premium.
Dalam laporan tersebut, Indonesia diperkirakan mencatat lonjakan populasi UHNWI lebih dari 80 persen hingga 2031. Jika proyeksi itu terwujud, Indonesia akan menempati posisi teratas dunia, mengungguli sejumlah negara seperti Arab Saudi, Polandia, Vietnam, hingga Australia dalam pertumbuhan jumlah orang super kaya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lantas, sebenarnya seperti apa kriteria seseorang hingga bisa disebut masuk kategori super kaya?
Secara umum, lembaga riset kekayaan global seperti Knight Frank, menggunakan istilah Ultra-High-Net-Worth Individual (UHNWI) untuk menggambarkan individu yang memiliki aset yang dapat diinvestasikan atau investable assets minimal US$30 juta atau setara sekitar Rp537 miliar (asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS).
Nilai tersebut tidak mencakup rumah utama yang ditempati, kendaraan pribadi, maupun barang koleksi. Yang dihitung adalah aset yang benar-benar dapat diinvestasikan.
Ciri-ciri orang yang masuk kategori super kaya
Berikut sejumlah karakteristik ekonomi yang umumnya dimiliki individu dalam kategori UHNWI, sebagaimana dihimpun Viva pada Selasa, 30 Juni 2026.
1. Memiliki aset investasi minimal Rp537 miliar
Batas ini menjadi standar yang paling luas digunakan dalam industri manajemen kekayaan global. Aset yang diperhitungkan meliputi saham, obligasi, kas, reksa dana, kepemilikan bisnis yang likuid, hingga berbagai instrumen investasi lainnya. Dengan kata lain, status super kaya tidak semata ditentukan oleh besarnya gaji, melainkan nilai total aset yang dimiliki.
2. Kekayaan lebih banyak berasal dari aset dibanding gaji
Mayoritas orang super kaya memperoleh kekayaan dari kepemilikan bisnis, investasi, properti, maupun portofolio keuangan. Pendapatan dari pekerjaan tetap biasanya hanya menjadi sebagian kecil dari keseluruhan kekayaan mereka. Model ini membuat pertumbuhan kekayaan tidak hanya bergantung pada penghasilan bulanan, tetapi juga kenaikan nilai aset dan investasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
3. Menggunakan layanan pengelolaan kekayaan khusus
Semakin besar nilai aset, semakin kompleks pula pengelolaannya. Karena itu, banyak individu super kaya memanfaatkan layanan family office, konsultan pajak internasional, penasihat investasi, hingga konsultan warisan untuk mengelola dan melindungi aset mereka. Pendekatan tersebut bertujuan agar kekayaan tetap terjaga sekaligus dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Halaman Selanjutnya
4. Memiliki portofolio investasi yang beragam

2 weeks ago
3











