Inflasi RI Naik pada Juni 2026, BI Ungkap Penyebab Utama Tekanan Harga Berasal dari BBM dan Tiket Pesawat

1 week ago 14

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:31 WIB

Jakarta, VIVA – Laju inflasi Indonesia mengalami peningkatan pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year on year (yoy) mencapai 3,34 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) memastikan angka tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sehingga stabilitas harga tetap dinilai terjaga.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan inflasi yang masih terkendali merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter yang diterapkan bank sentral bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, pengendalian inflasi juga didukung oleh sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.

"Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional," kata Ramdan dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.

Berdasarkan data BPS, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,44 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Sementara itu, secara tahunan inflasi tercatat sebesar 3,34 persen.

BI Optimistis Inflasi Tetap Sesuai Target

Bank Indonesia menilai perkembangan inflasi saat ini masih sesuai dengan sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.

Dengan kondisi tersebut, BI optimistis tren inflasi tetap terkendali hingga dua tahun ke depan.

"Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027," ujar Ramdan.

Optimisme tersebut didasarkan pada konsistensi bauran kebijakan moneter serta koordinasi pengendalian inflasi yang terus dilakukan bersama pemerintah.

Inflasi Inti Tetap Stabil

Di tengah kenaikan inflasi umum, inflasi inti masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Juni 2026, inflasi inti tercatat sebesar 0,23 persen secara bulanan, sedikit lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 0,22 persen.

Menurut BI, kenaikan inflasi inti terutama dipengaruhi oleh masih tingginya harga komoditas global. Meski demikian, ekspektasi inflasi masyarakat dinilai tetap terjaga.

Halaman Selanjutnya

Secara tahunan, inflasi inti meningkat menjadi 2,76 persen dibandingkan 2,59 persen pada Mei 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |