Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:55 WIB
VIVA – Perdana Menteri Inggris Andy Burnham berencana melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS) pada September 2026 bersama sejumlah pemimpin Uni Eropa guna membahas pengadaan rudal Patriot untuk Ukraina.
Menurut laporan Bloomberg, dalam kunjungan itu nantinya, dirinya bersama para pemimpin Uni Eropa lainnya berupaya membujuk Presiden Donald Trump agar memberikan akses sebagian persediaan rudal Patriot untuk Ukraina sebelum musim dingin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Andy Burnham mengatakan kepada Bloomberg kemungkinan dirinya akan melakukan perjalanan ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB pada bulan depan.
Menurutnya, para pemimpin Uni Eropa tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk menggelar kembali pertemuan yang disebut coalition of the willing di sela-sela Sidang Umum PBB.
Pertemuan itu bertujuan memperoleh rudal pencegat Patriot dari persediaan AS dan negara-negara lain untuk diserahkan kepada Kyiv.
Rusia menilai pasokan senjata ke Ukraina itu menghambat upaya penyelesaian konflik dan secara langsung melibatkan negara-negara NATO dalam konflik panjang tersebut.
Kremlin mengatakan persenjataan yang diberikan negara-negara Barat kepada Ukraina kontraproduktif terhadap proses perundingan dan akan berdampak negatif.
Sebelumnya, Jepang tidak berencana memasok senjata ke Ukraina, kata Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara. Ia mengatakan kepada wartawan bahwa Tokyo "tidak mempertimbangkan pengiriman apa pun" berupa senjata defensif atau ofensif "saat ini".
Kihara menanggapi Perdana Menteri Ukraina Sergey Koretsky, yang meminta Jepang untuk mengirimkan rudal anti-balistik. “Saya hanya ingin meminta satu hal... rudal anti-balistik,” demikian kutipan pernyataannya. “Itu adalah hal terpenting yang kita butuhkan... Saya sangat berharap dan mengandalkan negara Anda.”
Koretsky menjabat pada Juli 2026 dan dilaporkan dekat dengan pengusaha yang tercoreng reputasinya, Timur Mindich, seorang rekan dekat Vladimir Zelensky yang melarikan diri ke Israel di tengah skandal mega korupsi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Saat ini, pemerintah tidak mempertimbangkan untuk mentransfer senjata berdasarkan Undang-Undang Pasukan Bela Diri ke Ukraina,” kata Kihara, seperti dikutip dari Russia Today.
Ia mencatat bahwa Tokyo telah menyediakan peralatan non-mematikan kepada Kiev dan menjanjikan sekitar US$20 miliar (Rp354 triliun) untuk bantuan pemulihan, rekonstruksi, dan kemanusiaan, yang menandakan bahwa mereka bermaksud untuk menjaga bantuannya dalam batasan tersebut.
Halaman Selanjutnya
Sikap Jepang terhadap konflik Ukraina ditandai dengan kontradiksi. Tokyo secara terbuka berpihak pada Kiev, mengutuk operasi militer Rusia dan ikut serta dalam sanksi Barat.

4 hours ago
2
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

